Oleh: Agung Wibawanto
Seperti diketahui bahwa Kopdes atau KDMP merupakan proyek nasional yang menggunakan skema pinjaman kepada bank Himbara. Angka bisa beda dikit, tapi skemanya sama secara nasional. Karena statusnya pinjaman, maka kita bahas di awal soal cicilannya.
Pertanyaan 1, Berapa sih cicilan per bulan yang harus dibayar oleh KDMP?
Patokan dana awal: Rp 3 Miliar - Rp 5 Miliar per KDMP. Ini bentuknya Pinjaman Modal Kerja dari Himbara: BRI, Mandiri, BNI, BTN. Berikut skema umum yg dipakai:
- Bunga: 3% - 6% per tahun. Ada yg subsidi jadi 3%
- Tenor: 5 - 6 tahun
- Grace period: 6 bulan - 1 tahun pertama cuma bayar bunga, belum bayar pokok
Contoh hitungan kasar untuk pinjaman 3M, bunga 3%, tenor 5 tahun:
Pakai anuitas cicilan\approx menjadi Rp 53 juta - Rp 58 juta/bulan setelah grace period habis (pas 6-12 bulan pertama mungkin cuma bayar bunga: Rp 7.5 juta/bulan).
Kalau 5M, cicilannya bisa Rp 88 juta - Rp 97 juta/bulan. Jadi sudah jelas ya berapa cicilan KDMP per bulannya? Sanggup?
Pertanyaan 2, Lalu berapa omset yang harus diperoleh KDMP agar mampu bayar cicilan?
Aturan bisnis sehat: cicilan maksimal 30% dari laba kotor/laba bersih. Jika memakai patokan 30% maka omset yang dibutuhkan = cicilan/margin laba.
Misal KDMP jualan sembako + pupuk marginnya 10%. Dengan cicilan Rp 55 juta/bulan maka butuh laba kotor Rp 183 juta/bulan. Artinya omset yang harus dicapai Rp 1,8 Miliar/bulan.
Itu gede banget untuk 1 desa. Makanya banyak yang nanya: "Yakin bisa jalan?"
Pertanyaan 3, Yakin bisa jalan?
Jujur, hal ini tergantung 3 hal:
1. Unit usahanya: Kalau cuma toko sembako, berat. Misal harus ada unit SPBU mini, simpan pinjam, cold storage, klinik, dll biar omsetnya muter.
2. Manajemen: Pengurus harus bisa dagang, bukan cuma tanda tangan. Harus ada pembukuan, stok, marketing dll.
3. Dukungan pasar: Ada nggak serapan dari warga, BUMDes, sekolah, kantor desa. Kalau nggak ada, ya sepi.
Banyak KDMP yang sudah "jadi" tapi omsetnya Rp 20-50jt/bulan. Jelas nggak nutup cicilan.