opini

Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Sucikan Jiwa dan Sempurnakan Ibadah di Bulan Ramadan dengan Membayar Zakat Fitrah (Bagian 31)

Jumat, 20 Maret 2026 | 05:47 WIB
Ilustrasi zakat fitrah (Pixabay)

JOURNALNUSANTARA.COM - Ramadan bukan sekadar momentum untuk menahan lapar dan dahaga, melainkan waktu bagi setiap Muslim untuk melakukan evaluasi diri dan pembersihan batin.

Salah satu pilar utama yang menyempurnakan ibadah di bulan suci ini adalah penunaian zakat fitrah.

Zakat fitrah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap jiwa, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak, selama mereka memiliki kelebihan makanan pada malam dan hari raya Idul Fitri.

Kewajiban ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi memiliki dimensi spiritual dan sosial yang sangat mendalam.

Dari sisi spiritual, zakat fitrah berfungsi sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor yang mungkin terucap selama menjalankan ibadah puasa.

Sebagaimana tubuh membutuhkan mandi untuk membersihkan kotoran, jiwa pun membutuhkan zakat untuk meluruhkan noda-noda kecil yang dapat mengurangi kesempurnaan pahala Ramadan.

Dengan membayar zakat, seorang hamba mengakui bahwa segala harta yang dimilikinya adalah titipan Tuhan dan ada hak orang lain di dalamnya yang harus segera dikeluarkan agar harta tersebut menjadi berkah.

Sementara itu, dari dimensi sosial, zakat fitrah menjadi jembatan kasih sayang antara kelompok berkecukupan dan kelompok yang membutuhkan.

Tujuannya sangat mulia, yaitu memastikan bahwa pada hari kemenangan nanti, tidak ada satu pun saudara muslim yang merasa kelaparan atau bersedih karena kekurangan pangan.

Zakat fitrah yang biasanya berupa makanan pokok seberat 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras ini menjadi simbol bahwa kegembiraan Idul Fitri harus dirasakan secara kolektif oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Menunaikan zakat fitrah di awal atau pertengahan Ramadan sangat dianjurkan agar pendistribusiannya kepada fakir miskin dapat dilakukan lebih tepat waktu.

Dengan menyucikan jiwa melalui zakat, kita melangkah menuju hari raya dengan hati yang bersih dan tangan yang ringan untuk berbagi.

Inilah cara terbaik untuk menutup lembaran Ramadan dengan penuh keberkahan, sekaligus menjemput kemenangan yang sesungguhnya dengan kepedulian nyata terhadap sesama manusia di sekitar kita.

Oleh: Tim Media DKM Al-Muhajirin, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB