Malam seribu bulan
bukan hanya terjadi di langit
tetapi juga di dalam jiwa
momentum terbukanya pintu langit
turunnya rahmat yang luar biasa
dalam keheningan malam itu
setiap detik yang berlalu
menjadi saksi pertemuan
antara kefanaan manusia
dan keabadian Sang Pencipta
Malam seribu bulan
bukan sekadar malam
melainkan juga mengajarkan
makna yang sangat mendalam
bahwa kualitas mengalahkan kuantitas
ketika seorang hamba
mampu menundukkan egonya
menemukan kehadiran Ilahi
dalam dirinya sendiri
Malam seribu bulan
adalah malam penuh ampunan
bukan sekadar ampunan biasa
melainkan dihapuskan seluruh jejak dosa:
“Allahumma innaka ‘afuwwun
tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”
Ya Allah,
sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf,
Engkau mencintai pemaafan,
maka maafkanlah aku.”
Malang, 19 Maret 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Menebarkan Kepedulian: Jejak Relawan Muda untuk Pendidikan dan Kesehatan Anak Indonesia
LSM Harimau Bagikan 1.000 Paket Takjil untuk Masyarakat Cianjur
Sidang Isbat
Penentuan 1 Syawal
Takbiran
Tradisi Hidangan Kue Lebaran yang Menjadi Simbol Kehangatan Silaturahmi Keluarga
Keistimewaan Opor Ayam Sebagai Menu Utama yang Wajib Ada di Meja Makan Saat Lebaran
JPZIS DKM An-Nahdloh PCNU Cianjur Resmi Dibentuk, Siap Mengemban Amanah Menyalurkan ZIS Kepada Mustahik
Kabar Gembira, BSI Buka Layanan Terbatas di Jawa Barat Saat Libur Lebaran 2026
Mutiara Pagi: Orang yang Berilmu (Bagian 2152)