opini

Transformasi Epistemologis Ilmu Tamkin pada Prodi Pengembangan Masyarakat Islam

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:46 WIB
Rohmanur Aziz, Kaprodi PMI UIN SGD Bandung

Tandzim yaitu proses pengorganisasian. Berasal dari kata nizham dan ditemukan dalam ungkapan sahabat Rasulullah Saw, Ali bin Abi Thalib Kw, ia berkata: "Kebenaran yang tidak terorganisir akan kalah dengan kebatilan yang terorganisir."

Aktivitas dakwah pada tahap ini memerlukan tata kelola pada dua objek: Pertama, data melalui pemetaan baik manual maupun digital. Kedua, manusia pemilik data sebagai subjek pembangunan dengan membangun organisasi atau mengaktivasi organisasi yang sudah ada agar sehat dan siap menjadi agen perubahan sosial masyarakat agar berdaya.

Tahap ini mengharuskan adanya soliditas, solidaritas, dan loyalitas tinggi agar terjadi kohesivitas sosial berupa kesatuan antara kemauan dan kemampuan masyarakat agar dapat terbuka menyampaikan berbagai informasi terkait kebutuhan, masalah, potensi, aset, dan harapan-harapan masyarakat. Al-Qur'an menyebut harus berbaris seperti bangunan yang kokoh seperti halnya pasukan perang yang siap tempur. Firman Allah Swt:

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِهِۦ صَفّٗا كَأَنَّهُم بُنۡيَٰنٞ مَّرۡصُوصٞ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” [Surat Ash-Shaf: 4]

Tahap ketiga taqwim yaitu proses mendirikan. Berasal dari bahasa Al-Qur'an, dari kata qama-yaqumu-qauman, memiliki makna mengerjakan secara konsisten dan berkelanjutan sebagaimana perintah shalat menggunakan kata aqimish-shalah artinya dirikanlah shalat. Saat sudah didirikan secara konsisten akan berdiri seperti benteng yang kokoh (muqawamah).

Pada dimensi sosial, tahap taqwim dilakukan melalui proses perencanaan yang partisipatif, komunikatif, demokratis, berkelanjutan (sustainable) dan mendistribusikan peran seluruh lapisan masyarakat (empowerment). Data yang sedang dikelola oleh organisasi masyarakat disusun menjadi dokumen perencanaan dengan keberpihakan pada prioritas program sesuai dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Tahap akhir yaitu At-Tawdi' (التوديع) artinya perpisahan atau pelepasan. Istilah ini populer kaitan dengan turunnya surat An-Nashr saat penaklukan kota Mekkah (Fathul Makkah). Firman Allah Swt:

إِذَا جَآءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ... فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَٱسۡتَغۡفِرۡهُۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابَۢا

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan... maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima taubat.” [Surat An-Nashr: 1-3]

Tawdhi' merupakan tahap eksekusi program dan kegiatan yang menguji hasil dari proses pemberdayaan masyarakat sejak takwin. Pada tahap ini dilaksanakan pelaksanaan program sesuai kesepakatan prioritas dan sinergi program, serta dibentuk tim monitoring dan evaluasi untuk mengawasi tingkat keberhasilan pelaksanaan program. Sebagaimana Rasulullah Saw mereview proses dakwah dengan Khutbah Wada:

"Wahai manusia, sesungguhnya darah dan harta kalian adalah haram bagi kalian... Ketahuilah, segala sesuatu yang terkait dengan urusan jahiliah telah diletakkan di bawah kakiku... Riba jahiliah juga telah dihapuskan..."

"Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dalam urusan wanita dan berwasiatlah untuk berbuat baik kepada mereka... Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara... Aku telah meninggalkan di antara kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh padanya, kalian tidak akan tersesat setelahnya, yaitu Kitab Allah." (HR. Muslim).

Pendekatan lain dalam penguatan ilmu tamkin yaitu iqtibas dan istiqra atau meminjam ilmu lain sebagai ilmu bantu seperti sosiologi, psikologi, dan komunikasi secara multidisipliner. Inipun lazim dalam pengembangan ilmu, karena tidak ada ilmu yang berdiri sendiri. Profil lulusan PMI diarahkan menjadi aktor dakwah bidang pemberdayaan yang kini populer disebut fasilitator.

Fasilitator sejatinya seorang da'i yang memiliki kompetensi kecerdasan profetik seolah menjadi "manusia setengah nabi" yang mampu menggerakkan masyarakat menjadi berdaya, mandiri dan akhirnya madani seperti masyarakat Madinah.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB