Begitu mudah lisan ini mencela
sesuatu yang tampak pada orang lain
dengan bangga menepuk dada
tanpa disadari bahwa mereka adalah cermin
Dengan khidmat menghakimi
fasih menghitung keburukan orang lain
padahal sejatinya keburukan dirinya sediri
yang tampak pada wajah orang lain
Semakin berteriak tentang keburukan orang lain
semakin tampak adanya penyakit batin
dengan pengakuan yang tidak sengaja
lewat ucapan dan tindakan yang dilakukannya
Ibarat autobiografi singkat
yang ditulis dengan tinta kebencian
tidak pernah membawa manfaat
kecuali hanya menambah kemarahan
Yang terlihat bengkok
barangkali bukan cerminnya
melainkan lupa untuk menengok
saat berdiri di hadapannya
Mengutuk kebohongan
tapi menutupi kebenaran
mengecam ketidakadilan
tapi menggenggam kepentingan
Malang, 18 Januari 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Bangkitkan Semangat Ibadah di Bulan Rajab Menjelang Ramadhan (Bagian 22)
KPK Menjaga UU, Menteri Agama Menjaga Nyawa Jemaah
JADWAL Acara TV Hari Ini, 16 Januari 2026: ANTV, Indosiar, MNCTV, dan Kera Sakti di GTV
Persib Minim Kebobolan di Putaran Pertama Ungguli Persija dan 3 Tim Ini
Mengulik Jejak Rel Tua di Cianjur Lewat Diskusi Santai Akhir Pekan
Mutiara Pagi: Hijrah (Bagian 2091)
Mutiara Pagi: Kemuliaan (Bagian 2092)
Final Bunkasai 2026 Kompetisi Bahasa dan Budaya Jepang Tingkat Jawa Barat Digelar Hari Ini
Peduli Kesehatan Mental Melalui Perawatan Kulit, Nes Skin Dermatology & Aesthetics Hadir di Depok
Bersama Coach Afiq, Nutrition of PIL Gelar Talk Show Festival TRING Pegadaian Area Bogor