Saudaraku yang budiman, tulisan ini dimaksudkan bukan untuk mendiskreditkan seseorang atau sebuah institusi, melainkan menjadi media evaluasi diri, sekaligus bertujuan untuk membuka mata nurani kita agar dapat menghadirkan kesadaran dan keseimbangan emosional agar lebih arif dalam merespons berbagai dinamika dalam interaksi sosial.
Karena itu sekali lagi uraian dan narasi ini datang menyapa pembaca diharapkan dapat menjadi cermin dan berimbas pada upaya untuk menyadarkan, mematangkan dan mengintrospeksi kepribadian seorang pendidik akan tugas yang mestinya dia lakonkan. Sekali lagi bukan untuk menjatuhkan apalagi menghakimi, melainkan mengembalikan martabat etika publik di era yang sangat rentan terpeleset oleh turbulensi interaksi sosial yang pincang dan tidak manusiawi.