opini

Alarm Keras bagi Etika Publik Perihal Ludah

Minggu, 28 Desember 2025 | 11:39 WIB
Ilustrasi marah-marah (pexels)

Saudaraku yang budiman, tulisan ini dimaksudkan bukan untuk mendiskreditkan seseorang atau sebuah institusi, melainkan menjadi media evaluasi diri, sekaligus bertujuan untuk membuka mata nurani kita agar dapat menghadirkan kesadaran dan keseimbangan emosional agar lebih arif dalam merespons berbagai dinamika dalam interaksi sosial.

Karena itu sekali lagi uraian dan narasi ini datang menyapa pembaca diharapkan dapat menjadi cermin dan berimbas pada upaya untuk menyadarkan, mematangkan dan mengintrospeksi kepribadian seorang pendidik akan tugas yang mestinya dia lakonkan. Sekali lagi bukan untuk menjatuhkan apalagi menghakimi, melainkan mengembalikan martabat etika publik di era yang sangat rentan terpeleset oleh turbulensi interaksi sosial yang pincang dan tidak manusiawi.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB