Rumi, dengan kebijaksanaannya
Pernah mengingatkan kita
Ia menulis dengan lembut:
“Semakin kamu menjadi hening,
semakin banyak yang kamu dengar.”
Sebuah kalimat sederhana
dapat menjadi renungan kita semua
bahwa pintu menuju samudra pengertian
kadang kala membutuhkan keheningan
Betapa banyak di antara kita
Mendebat, sebelum mendengar
Sehingga dirinya sering merasa
Paling hebat, dan selalu benar
Bisikan tulus dalam dadanya
Terbang melayang entah ke mana
Suara halus dari alam semesta
Telah dihadang oleh egonya
Ambisi dan harga diri
bergaung seperti badai dalam pikiran
sehingga lebih suka menanggapi
daripada menghargai perbedaan
Merasa, bahwa berbicara lebih banyak
dan setiap perbedaan berhasil ditolak
Dialah orang yang paling pintar
dan terlihat paling benar
Dia lupa, bahwa kemenangan sejati
bukan karena lidahnya panjang
tetapi karena tau diri
serta berhati lapang
Malang, 27 Desember 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
HARGA Emas Pegadaian Hari Ini, 25 Desember 2025: Produk UBS dan Galeri24 Jadi Semahal Ini
Head to Head Persib vs PSM di Super League: Tak Ada yang Lebih Mendominasi
Mutiara Pagi: Kenikmatan Toleransi (Bagian 2069)
Fikri dan Anis Resmi Maju di Pemiluma IAI Al-Azhary Periode 2026–2027
Ramalan Shio 2026: 3 Shio Ini bakal Ketiban Rezeki Nomplok di Tahun Kuda Api
WAR Tiket Persib vs PSM Makassar, Cek Link Pembelian Resmi Mulai Rp125 Ribu Jangan Sampai Kehabisan!
Ketika Perbedaan Menjadi Kekuatan
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Liburan Positif bagi Anak (Bagian 19)
Mutiara Pagi: Menderita Imajinasi (Bagian 2070)
Kasus Pembunuhan Mahasiswi di Banjarmasin, Pelaku Diduga Oknum Polisi Aktif