opini

Membentengi Jiwa Anak, Strategi Efektif Mencegah Trauma Akibat Bullying

Senin, 10 November 2025 | 17:00 WIB
Anggota Komisi X DPR RI Ratih Megasari Singkarru menyoroti dugaan bullying di balik ledakan SMAN 72 Kelapa Gading (IG @ratihmegasari/Dailynotif.com)

Journalnusantara.com - Mencegah anak mengalami trauma akibat bullying memerlukan pendekatan proaktif dan kolaboratif dari orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar. Inti dari pencegahan adalah membangun ketahanan diri (resiliensi) yang kuat pada anak, sehingga mereka memiliki benteng emosional untuk menghadapi situasi sulit.

Langkah pertama adalah menciptakan komunikasi terbuka dan aman di rumah. Orang tua harus menjadi pendengar aktif, mendorong anak untuk bercerita tanpa takut dihakimi atau diremehkan. Dengan demikian, anak akan merasa nyaman untuk mengungkapkan jika mereka mulai mengalami tanda-tanda perundungan. Validasi perasaan mereka adalah kunci. Hindari kalimat seperti "Jangan cengeng," atau "Hadapi saja," yang justru membuat anak menyembunyikan masalah.

Selanjutnya, ajarkan anak keterampilan sosial dan ketegasan (assertiveness). Ajari mereka cara menolak, cara meminta bantuan, dan cara mempertahankan batas diri tanpa harus bersikap agresif. Latihan peran (role-playing) adalah metode efektif untuk mengajarkan anak bagaimana merespons pelaku bullying dengan tenang dan lugas, alih-alih merespons dengan rasa takut yang berlebihan.

Orang tua juga harus memantau lingkungan sosial anak dan menjalin komunikasi dengan pihak sekolah. Pastikan sekolah menerapkan kebijakan anti-bullying yang tegas dan konsisten. Jika insiden terjadi, intervensi harus dilakukan segera dan suportif, fokus pada pemulihan emosional korban, bukan hanya hukuman bagi pelaku. Mendorong anak untuk memiliki lingkaran pertemanan yang positif dan mendukung juga sangat penting, karena dukungan sosial adalah salah satu faktor pelindung terkuat melawan dampak psikologis trauma bullying. Melalui langkah-langkah pencegahan ini, kita dapat melindungi masa depan psikologis anak.

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB