Al-Qur’an Surah Yunus Ayat 36
وَمَا يَتَّبِعُ اَكْثَرُهُمْ اِلَّا ظَنًّاۗ اِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِيْ مِنَ الْحَقِّ شَيْـًٔاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢبِمَا يَفْعَلُوْنَ
"Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan."
Tafsir Tahlili
Ayat ini mengemukakan alasan yang menunjukkan kebenaran agama tauhid dan kesesatan keyakinan orang-orang musyrik. Mayoritas dari mereka mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan lain, memusuhi Rasulullah ﷺ, dan mendustakan hari kebangkitan.
Keyakinan mereka bukanlah kebenaran sejati, melainkan hanya dugaan yang lahir dari taklid buta kepada nenek moyang. Mereka beranggapan bahwa apa yang dianggap baik oleh nenek moyang adalah baik pula bagi mereka, padahal sesungguhnya nenek moyang mereka berada dalam kesesatan.
Sebagian kecil dari mereka mengetahui bahwa agama yang dibawa Rasulullah ﷺ adalah benar, dan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah tidak memiliki kuasa apa pun.
Namun hati mereka telah dikotori kemusyrikan, diselimuti kesombongan dan penolakan terhadap kerasulan Muhammad, serta ketakutan akan kehilangan kekuasaan. Akhirnya, mereka tetap bertaklid kepada tradisi nenek moyang yang penuh kemusyrikan.
Allah menegaskan bahwa persangkaan tidaklah bermanfaat untuk mencapai kebenaran. Dugaan tidak bisa disamakan dengan keyakinan. Keyakinan hanya akan lahir dari landasan yang benar dan kokoh, yang tidak menyisakan keraguan.
Di penghujung ayat, Allah menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui segala yang mereka kerjakan baik perbuatan yang lahir dari keyakinan yang benar maupun dari persangkaan yang keliru. Atas semua itu, Allah akan memberikan balasan yang setimpal.