3. Berikan ruang debat atau forum opini di kelas.
4. Dorong siswa untuk menulis opini atau membuat konten digital tentang isu kebangsaan.
Pendidikan Kewarganegaraan tidak boleh hanya mengajarkan “apa itu demokrasi”, tapi juga melatih bagaimana menjadi warga negara yang demokratis. Termasuk di dalamnya: berani berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan menghormati pandangan berbeda.
Di era ini, DIAM BUKAN LAGI EMAS. Justru keberanian untuk berbicara adalah wujud nyata dari tanggung jawab sebagai warga Negara.
Artikel opini di buat untuk sebagian syarat dari memenuhi tugas mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dosen pengampu: Mawardi Nurullah S.Pd. M.Pd.
Adisty Dzakia Muhni, Mahasiswa Sarjana Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang.