Saat tiba di Kota Madinah, niat utama mereka bukan lagi berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Mereka lebih terfokus pada pelaksanaan salat arba’in (berjamaah 40 waktu) atau beribadah di Raudhah, yang merupakan bagian dari Masjid Nabawi.
Padahal, Mbah Moen memberikan nasihat penting agar umat Islam senantiasa berziarah ke makam Rasulullah SAW. Tujuan utama ziarah ini adalah untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada beliau, serta untuk mengenang segala kebaikan dan perjuangan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam.
Keutamaan ziarah ke makam Rasulullah SAW juga ditegaskan oleh Imam an-Nawawi dalam kitab Matn al 'Idlah fi al Manasik. Beliau menyatakan bahwa ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW adalah salah satu cara terpenting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan merupakan usaha yang paling sukses (baik) dalam beribadah.
Beberapa hadits Nabi Muhammad SAW juga secara eksplisit mendorong dan menjanjikan keutamaan bagi mereka yang menziarahi makam beliau:
مَنْ زَارَني بَعْدَ وَفَاتِي فَكَأَنَّمَا زَارَتي فِي حَيَاتِي.
"Barang siapa menziarahi aku sepeninggalanku nanti, seakan-akan ia menziarahi aku saat aku masih hidup." (HR. at-Thabrani dan ad-Daruquthni)
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:
من جاء ني زائرا لا يعمله حاجة الا زيارتي كان حقا علي ان اكون له شفيعا يوم القيامة
"Barang siapa datang (kepadaku) hanya untuk menziarahi aku, niscaya aku punya hak atas Allah sebagai pemberi syafaat untuknya pada hari kiamat." (HR. at-Thabrani)
Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kepada kita di dunia ini kesempatan untuk menziarahi makam beliau, dan di akhirat kelak kita mendapatkan syafaatnya, serta tidak diharamkan melihat beliau di surga. Aamiin.
اللهم ارزقنا في الدنيا زيارته وفي الآخرة شفاعته ولاتحرمنا في الجنان رؤيته......آمين