Oleh: Daden Sukendar
Alhamdulillah, pada Iduladha 1446 H/2025 M ini, kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertafakur dan tasyakur bersama keluarga serta jamaah.
Suatu anugerah besar yang patut kita syukuri dalam suasana penuh khidmat dan makna.
Hari raya Idulkurban bukan hanya perayaan seremonial, tetapi juga momentum pembelajaran mendalam tentang dua dimensi kesalehan hidup kesalehan vertikal dan kesalehan horizontal.
Dalam perintah untuk mendirikan salat dan menyembelih kurban, terkandung pesan spiritual dan sosial yang sangat kuat.
Salat adalah bentuk penyerahan diri kita kepada Sang Khalik, sementara kurban mengajarkan keikhlasan untuk "menyembelih" sisi gelap dalam diri nafsu kebinatangan yang cenderung mementingkan ego, kekuasaan, dan hasrat yang merusak.
Dalam suasana Iduladha ini, marilah kita renungkan kembali betapa banyaknya nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita sejak berada di alam rahim hingga hari ini.
Sudahkah kita benar-benar mensyukurinya? Salah satu bentuk nyata syukur itu adalah dengan memperbaiki kualitas salat dan memperbanyak amal sosial yang mendekatkan kita kepada sesama.
Semoga setelah Idulkurban ini, berbagai fenomena kehidupan yang memprihatinkan seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, pelecehan di ruang publik dan privat, hingga kejahatan seksual dalam keluarga seperti inses, dapat segera lenyap.
Kita berdoa agar nafsu kebinatangan dalam diri manusia dapat dikendalikan oleh cahaya iman dan kesalehan.
Mari jadikan Iduladha bukan hanya tentang daging yang dibagi, tetapi juga tentang hati yang dibersihkan.
Aamiin.