opini

POKIR DPRD: Antara Aspirasi Rakyat dan Potensi Transaksi Tersembunyi?

Selasa, 13 Mei 2025 | 10:00 WIB
Gedung Sate Ikon Kota Bandung. (Instagram/@humas_jabar)

Pada akhirnya, seperti filosofi Sunda yang dikutip, "saeutik kudu mahi, loba kudu aya sesa" (sedikit harus cukup, banyak harus ada sisa), integritas dan hati nurani para wakil rakyat menjadi kunci.

Rakyat menanti pembuktian bahwa POKIR benar-benar berpihak pada kepentingan mereka, bukan sekadar menjadi alat transaksi terselubung.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB