Persoalannya adalah pangan bukan hanya beras. Swasembada pangan berbeda dengan swasembada beras. Itu sebabnya, menjadi sangat tidak etis, jika ada yang menyimpulkan, karena bangsa kita telah mampu meraih swasembada beras, maka dengan mudahnya diakui pula sudah mampu mencapai swasembada pangan. Ini yang perlu diluruskan. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).