opini

Paradoks Perberasan

Selasa, 14 Januari 2025 | 17:17 WIB
Pemprov Banten berupaya menggenjot produksi beras hingga 2,8 juta ton pada 2025 untuk membantu mewujudkan swasembada pangan Nasional (Pixabay)

Lalu, memilukannya bagaimana ? Petani diminta jual gabah dengan harga murah, kemudian petani dipaksa beli beras dengan harga mahal. Ini sama saja dengan ungkapan "sudah jatuh, tertimpa tangga" pula. Salah satu tawaran solusi yang diusulkan adalah petani harus berubah status. Semula namanya "petani gzbah", kini berganti menjadi "petani beras".
Ini berarti, pada saat musim panen tiba, petani tidak lagi menjual hasil panennya dalam bentuk gabah kering panen (GKP), namun harus diolah dulu menjadi beras. Jadi, yang dijual petani dalam bentuk beras. Itu sebabnya, petani seperti ini pantas disebut selaku petani beras. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB