Mereka tidak larut dalam dosa dan segera bertobat. Tobat ini adalah bukti ketundukan kepada Allah dan kesadaran akan kesalahan diri.
8. *Menjaga Kesaksian dengan Jujur dan Teguh*
'Ibadurrahman tidak memberikan kesaksian palsu atau ikut serta dalam perbuatan yang tidak bermanfaat. Hal ini dijelaskan dalam QS Al-Furqan: 72:
وَٱلَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ ٱلزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا۟ بِٱللَّغْوِ مَرُّوا۟ كِرَامًۭا
"Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan yang tidak berguna, mereka berlalu (dengan menjaga kehormatan dirinya)."
Mereka menjaga kejujuran dalam perkataan, tidak menjadi saksi palsu, dan menjauhi majelis yang penuh dengan kebatilan. Hal ini mencerminkan keteguhan iman dan integritas moral
9. *Menghormati Al-Qur'an dan Memahami Petunjuknya*
Ciri lain dari 'Ibadurrahman adalah perhatian mereka terhadap Al-Qur'an. Dalam QS Al-Furqan: 73:
وَٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا۟ بِـَٔايَـٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا۟ عَلَيْهَا صُمًّۭا وَعُمْيَانًۭا
"Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta."
Mereka memperhatikan ayat-ayat Allah dengan hati yang terbuka, merenunginya, dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Mereka tidak bersikap acuh atau menolak peringatan dari Al-Qur'an.
10. *Berdoa untuk Keturunan yang Shalih*
Doa mereka mencakup permohonan agar keluarga mereka, khususnya anak-anak, menjadi shalih dan menjadi pemimpin bagi orang-orang bertakwa. Dalam QS Al-Furqan: 74: وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍۢ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Dan orang-orang yang berkata: 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.'"
Doa ini mencerminkan perhatian mereka terhadap pendidikan keluarga dan tanggung jawab moral dalam membangun generasi yang lebih baik.
11. *Memiliki Kesabaran yang Tinggi*
Sifat sabar mereka adalah inti dari keteguhan hati dalam menghadapi ujian dan tantangan hidup. Kesabaran ini merupakan salah satu ciri utama orang yang dirahmati Allah.
إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّـٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍۢ
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az-Zumar: 10)
Kesabaran mereka tidak hanya dalam menjalani ibadah, tetapi juga dalam menghadapi ujian hidup dan menjaga diri dari perbuatan dosa.
12. *Berkontribusi dalam Kebaikan dan Tidak Mengabaikan Tanggung Jawab Sosial*
Mereka aktif dalam memberikan manfaat kepada orang lain dan mengisi kehidupannya dengan perbuatan baik. Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain." (HR. Ahmad)