opini

Bahasa Tak Bersuara yang Dituturkan Taqdir

Minggu, 12 Januari 2025 | 13:00 WIB
Ilustrasi. Takdir Mubram (Pexels/Bilal Furkan KOŞAR)

*Ketiga,* kita harus melepaskan keterikatan berlebihan pada dunia. Kehilangan mengingatkan kita bahwa dunia ini hanyalah perhiasan sementara, dan kebahagiaan sejati terletak pada hubungan kita dengan Allah. Rasulullah SAW.bersabda:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
"Hiduplah di dunia ini seolah-olah kamu seorang asing atau seorang pengembara."
(HR. Bukhari)

Melalui kehilangan, kita belajar bahwa dunia bukanlah tujuan akhir. Ia hanyalah tempat persinggahan, dan kehilangan adalah cara Allah mengarahkan kita kembali kepada jalan-Nya.

*Solusi dalam Menghadapi Kehilangan*

Kehilangan adalah ujian yang membutuhkan kekuatan hati dan kebijaksanaan jiwa. Solusinya terletak pada bagaimana kita memaknai kehilangan itu sendiri.

*Pertama*, kita harus mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan dzikir. Dalam doa, kita menemukan ketenangan, dan dalam dzikir, kita mengingat bahwa Allah selalu bersama kita.

*Kedua*,kita harus mencari pelajaran dari setiap kehilangan. Kehilangan adalah cara Allah mendidik hati kita, membentuk kepribadian kita, dan menguatkan iman kita.

*Ketiga,* kita harus menjadikan kehilangan sebagai motivasi untuk memperbaiki diri. Jangan biarkan kehilangan melemahkan, tetapi jadikan ia sebagai pijakan untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Karena itu, harus menjadi keyakinan kita bahwa kehilangan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang hidup dan cinta Allah. Kehilangan adalah jalan menuju keabadian, dan setiap langkah di jalan itu membawa kita lebih dekat kepada-Nya.

*Kehilangan dalam Perspektif Kehidupan dan Kematian*

Hidup adalah perjalanan yang penuh dinamika, sementara kematian adalah kepastian. Allah SWT. menciptakan manusia untuk diuji melalui berbagai keadaan, termasuk kehilangan:
وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
"Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan hanya kepada Kami-lah kamu akan dikembalikan."
(QS. Al-Anbiya: 35)

Kehilangan, terutama kehilangan orang tercinta, adalah salah satu ujian berat. Namun, bagi seorang mukmin, kehilangan harus diterima dengan sabar, karena kehidupan dunia ini bukanlah tujuan akhir. Rasulullah SAW.bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أَجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَجَرَهُ اللَّهُ فِي مُصِيبَتِهِ، وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
"Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah, lalu ia mengucapkan: 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Allahumma ajurni fi musibati wa akhlif li khairan minha (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibahku ini, dan gantilah dengan yang lebih baik darinya),' kecuali Allah akan memberinya pahala atas musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik."
(HR. Muslim)

*Makna Filosofis Kehilangan*

Secara filosofis, kehilangan mengajarkan manusia bahwa segala sesuatu di dunia ini bersifat fana. Kehilangan melatih hati untuk melepaskan keterikatan berlebihan terhadap dunia dan menanamkan keimanan kepada Allah SAW. sebagai Pemilik segala sesuatu. Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata:
إِذَا أَحَبَّ اللهُ عَبْدًا، ابْتَلَاهُ بِمَا يُبْكِيهِ، لِيَزِيدَ فِي قَلْبِهِ التَّوَكُّلَ وَالِاتِّصَالَ بِهِ
"Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memberinya ujian yang membuatnya menangis agar bertambah tawakkalnya dan hubungannya dengan-Nya."

Ujian berupa kehilangan melatih seseorang untuk bersabar, menerima, dan memurnikan ketergantungannya hanya kepada Allah SWT.

*Sikap yang Dianjurkan Ketika Kehilangan*

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB