(Pamoyanan Cianjur)
Journalnusantara.com, Cianjur - Mungkin hanya sedikit saja yang mengetahui ada seorang raja, ulama dan pejuang dari Deli (Melayu) Medan yang dibuang ke Cianjur.
Ia adalah Sri Diraja Datuk Badiuzzaman Surbakti, Sultan Sunggal yang dibuang oleh belanda dari tanah Deli pada tahun 1895 ke Cianjur.
Selama 23 tahun memimpin perang melawan Belanda karena mempertahankan tanah perkebunan rakyat yang akan dijadikan kebun tembakau oleh Belanda.
Tak hanya itu ia juga ternyata seorang ulama yang fasih berbahasa arab menguasai ilmu tauhid dan syariat Islam.
Pada tahun 1895 belanda mengajak bernegosiasi, ia diundang ke Batavia, ternyata Belanda hanya menipunya untuk dibuang ke Cianjur sampai akhir hayatnya.
Kemudian ia wafat di Cianjur dan dimakamkan di Pamoyanan tidak begitu jauh dari tempat pemakam Aria Wiratanudatar II dan Dalem Dicondre.
Artikel Terkait
Khidmat dan Berkah: Haul Masyayikh dan Isra Mi'raj Pondok Pesantren Nurul Hikmah Assalafy
Cianjur Selatan: Potensi dan Tantangan
Menyulam Doa di Hari Spesial Vani Zakiyah
Mutiara Pagi: Kekuasaan (Bagian 1737)
Harmoni Tawasul dan Kepedulian: Mapala Cianjur Bersatu untuk Menebar Kebaikan
Jasad Telah Pergi Namun Jejak Tak Pernah Hilang
Jangan Bosan Bicara Beras
Kluivert Pelatih Timnas Indonesia Gantikan Shin Tae-yong
Acungan Jempol Pj Gubernur Jabar Berpihak ke Pertanian
Mutiara Pagi: Keberadaan (Bagian 1738)