opini

Bahasa Politik Swasembada Beras

Selasa, 7 Januari 2025 | 20:00 WIB
ilustrasi swasembada beras (Trijaya.Kediri)

Apa yang digarap Pemerintahan Jokowi di tahun-tahun terakhir kepemimpinannya, benar-benar telah berada dalam track yang betul. Segenap komponen bangsa, mesti bahu membahu meningkatkan produksi beras secara nasional. Perluasan areal tanam dan percepatan masa tanam, penting dijadikan prioritas kebijakan dan dikemas dalam bentuk gerakan masyarakat.

Kebijakan Pemerintah menambah dua kali lipat alokasi pupuk bersubsidi, dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton, patut diberi acungan jempol. Ini perlu disampaikan, karena pupuk merupakan faktor penentu meningkatkan produktivitas padi per hektar. Coba kalau kebijakan seperti ini ditempuh 5 tahun lalu, boleh jadi masalah pupuk bersubsidi tidak akan selalu dikeluhkan para petani setiap musim tanam tiba.

Swasemvada beras, seharusnya kita kejar terlebih dahulu. Peluang meraih swaselbada beras, ditengarai lebih membuka peluang untuk diwujudkan, ketimbang swasembada pangan. Swasembada beras, kini sudah berada dihadapan kita. Tinggal sekarang, bagaimana menggarapnya dan menerapkan dari "bahasa politik" menjadi "bahasa realitas". (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB