Oleh: Abdur Rahman El Syarif
Seperti kita ketahui bahwa poster merupakan karya seni yang memuat unsur huruf dan gambar.
Umumnya isi dari poster berupa sebuah pengumuman, iklan, quote, dan ungkapan perasaan pembuat dan/ atau pemesan poster.
Agar menarik perhatian orang lain, pilihan warna harus mudah ditangkap mata pengamat atau disesuaikan dengan tujuannya.
Dalam konteks polemik nasab ini, masyarakat/nitizen sudah sangat berani, bebas dan merdeka mengekspresikan perasaanya dalam menyikapi keangkuhan, kesombongan, kemunafikan, dan kebohongan klan Ba'alwy yang nasabnya palsu.
Mereka sudah tidak lagi takut pada ancaman kuwalat yang selama ini tertanam di alam fikiran mereka, karena keyakinan yang nyata bahwa Ba'alwy Bukan Dzurriyah Nabi.
Keyakinan mereka bahwa kualat hanya dimiliki oleh kedua orang tua dan guru. Dan kualat tidak dimiliki oleh para Pendusta.
Salah satu poster dengan menampilkan gambar/foto Najwa Shihab berpakaian casual dan celana jeans dengan duduk santai gaya selebritis dengan senyuman 'menggoda'.
Tertulis caption disampibgnya:
"Saya Sudah Tes DNA, Kalian kenapa takut? Gak sakit kok.."
Ada lagi poter menarikمحم bertuliskan: "Orang Yaman orangnya pemberani, tidak takut sama siapapun. Takutnya hanya pada Tes DNA".
Dan masih banyak lagi yang lainnya...
Dengan poster seakan-akan mereka dapat dengan bebas menumpahkan kekesalan, kekecewaan dan kemarahan mereka.
Teruslah berkarya, dan jangan lupa bahagia bersama #SecangkirKopi Peradaban.
*اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله سيدنا محمد