opini

Ibrahim AS sebagai Ummatan dan Komunitas Muslim Amerika

Senin, 17 Juni 2024 | 22:16 WIB
Ilustrasi suana Kabah di tanah suci (Yasir Gürbüz/pexels.com)

Kesimpulannya adalah umat Islam di Amerika dan Barat secara umum harus menjadi “leading player” (imaam) dalam upaya mentransformasi Amerika menjadi Amerika yang lebih baik. Amerika yang punya hati dan nurani.

Amerika yang jujur pada nilai-nilai yang dibanggakan; penghormatan kepada HAM, kehidupan dan kemuliaan manusia, kebebasan, kesetaraan dan keadilan untuk semua (justice for all).

Untuk umat Islam di Amerika hanya akan mampu melakukan ini, jika dua hal yang mendasar ini dilakukan. Satu, membangun Komunitas Muslim yang kuat.

Komunitas Muslim yang tidak saja besar secara kwantitas. Tapi memiliki kwalitas tinggi sebagaimana Ibrahim yang dalam kesendirian dipuji sebagai umat yang solid.

Dua, mengambil bagian dalam kehidupan “mainstream” dan public engagement. Artinya Umat Islam Amerika harus melakuan pembenahan dan memperkuat komunitasnya serta membangun mindset bahwa Amerika adalah negara mereka (their home) sendiri. Umat Islam Amerika tidak bisa lagi menjadi tamu di negaranya sendiri.

Itulah di antara poin-poin yang saya sampaikan dalam khutbah Idul Adha kemarin. Semoga Allah memberkahi dan menerima amal kita semua. Sekali lagi, selamat hari Raya Idul Adha. Taqabbala Allahu minna wa minkum. Amin!

Bellevue Hopsital, 17 Juni 2024

(Chaplain, NYC Health & Hospitals / Bellevue Hospital).

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB