Namun, banyak dari mereka yang akhirnya berhasil dan membentuk komunitas Indo di Belanda. Mereka beranak pinak dan menjadi bagian dari masyarakat Belanda.
Kisah para nyai bagian penting dari sejarah kolonial Indonesia yang sering kali terlupakan. Mereka bagian dari orang-orang tersisih. Yang tercecer. Yang menderita.
Para pekerja paksa Romusha. Gadis pribumi yang dipaksa menjadi penghibur tentara Jepang. Perempuan yang dijadikan gundik tuan Belanda, dan dipisahkan dari anak-anaknya. Kisah hidup mereka digali dan diekspresikan melalui puisi esai.
Kumpulan puisi esai di buku ini sejenis album foto untuk kembali melihat kenangan pahit di era seputar kemerdekaan Indonesia era tahun 1945. Ini bagian dari pertumbuhan kita sebagai bangsa, di masa yang sangat sulit.
Tapi apa itu puisi esai? Itu bentuk puisi yang menggabungkan aspek naratif dan esai dalam satu karya. Puisi esai tidak hanya mengekspresikan emosi dan perasaan, tetapi juga menyajikan fakta-fakta historis dan sosial yang mendasari cerita dalam puisi itu.
Ini elemen dasar yang membentuk puisi esai:
Pertama: penggabungan fakta dan fiksi. Puisi esai menggabungkan elemen-elemen naratif yang bersifat fiksi dengan fakta-fakta historis atau sosial yang nyata.
Kedua: hadirnya catatan kaki. Puisi esai dilengkapi dengan catatan kaki yang menjadi ibu kandung puisi. Kisah sebenarnya yang difiksikan dalam puisi esai diwakili beritanya dalam catatan kaki itu.
Ketiga: narasi yang kuat. Puisi esai memiliki sebuah kisah, yang jelas dan kuat, mirip dengan esai, atau cerpen, atau novel. Tapi kisah itu disajikan dalam bentuk puisi yang mengedepankan keindahan bahasa dan ritme.
Dalam buku ini, saya, Denny JA memperkenalkan jenis lain dari puisi esai. Yang di buku ini dirancang khusus untuk versi pendek saja. Jika dibacakan di panggung, atau di YouTube, hanya butuh waktu sekitar lima menit.
Meskipun lebih pendek, puisi ini tetap mengandung elemen-elemen puisi esai yang sama, seperti di atas. Ini hanya varian puisi esai saja.
Kini pertemuan komunitas puisi esai mulai rutin. Ada Festival Komunitas Puisi Esai Nasional. Ada Festival Puisi Esai ASEAN. Dua festival ini berlangsung setiap tahun.
Ada pula pertemuan para aktivis kemanusiaan, keragaman agama, dan hak asasi. Pertemuan itu tak jarang juga dimulai dengan pembacaan puisi.
Saya bayangkan akan lebih menyentuh pertemuan komunitas yang dilezatkan oleh puisi. Jika puisi esai yang kita dengar, kita bukan saja meresapi keindahan puisi. Tapi kita juga mendengar sepotong sejarah, atau kisah true story yang difiksikan.
Kisah yang terjadi dalam sejarah bangsa Indonesia sudah saya rekam dalam tiga buku puisi esai. Katakanlah ini semacam TRILOGI Puisi Esai.