opini

Asisten Pelukis Bernama Artificial Intelligence Akan Melampaui Van Gogh?

Kamis, 6 Juni 2024 | 09:17 WIB
Vincent van Gogh. (Foto: Van Gogh Museum)

Jangan sampai saya umumkan bahwa Prabowo menang satu putaran, tetapi reputasi saya yang sudah saya bangun selama 20 tahun hancur berantakan.

Besok paginya kami sepakat. Setelah melihat data dengan teliti, dan berdasarkan pengalaman dalam pemilu sebelumnya, kami memutuskan untuk mengumumkan. Prabowo dan Gibran potensial menang dalam satu putaran saja.

Datanya sudah sampai di sana. Data jangan dikalahkan oleh rasa khawatir kami. Saya juga mengekspresikan peristiwa ini dalam lukisan.

Peristiwa lain yang penting yang saya alami di era itu adalah situasi di Palestina. Meskipun terjadi di seberang lautan, ini menyentuh hati. Hingga Mei 2024, sebanyak lebih 5.500 anak-anak Palestina meninggal dunia.

Anak-anak ini tidak mengerti arti perang, tidak mengerti arti konflik. Yang mereka tahu, tiba-tiba mereka melihat ledakan di sana-sini, orang tua mereka mati, dan mereka pun ikut mati.

Saya mengekspresikan peristiwa ini dalam lukisan. Salah satunya gambar seorang bocah dengan dua sayap di kanan-kirinya. Itu melambangkan ia tidak lagi di dunia ini.

Bocah melihat suasana sepi di sekitarnya, tanpa keluarga yang menemani.

Juga ada foto dua bocah kecil yang sangat takut. Ia melihat api. Gedung terbakar. muncul di sana-sini, suara besar sekali, bising sekali. Itu pun saya rekam dalam lukisan.

-000-

Semua lukisan yang tadi saya sebut menjadi bagian dari total 188 lukisan saya yang dipajang di sebuah hotel di Jalan Mahakam, Jakarta: Mahakam 24 Residence.

Itu hotel kelas menengah, berlantai enam, dengan occupancy rate hampir selalu 100 persen. Manajemennya menyatakan ingin memulai tradisi baru. Hotel itu juga ingin sekaligus menjadi galeri permanen satu genre lukisan saja.

Memang tidak mewah karena ia bukan hotel bintang lima. Memang tidak lengkap fasilitas gelar lukisan karena ia bukan museum atau galeri.

Tapi hotel kelas menengah yang juga bersiap menjadi galeri lukisan satu genre saja, dalam hal ini, genre lukisan artificial intelligence, lukisan yang tidak untuk dijual, menjadi pilihan unik.

Maka seluruh gedung itu dengan enam lantai, dipenuhi lukisan saya. Di semua lantai tersebut, di bagian eksterior, yang menghubungkan kamar-kamarnya dipajang 188 lukisan. Setiap lantai dengan satu topik dan tema berbeda-beda.

Di lantai paling tinggi, yaitu lantai tujuh, khusus menampilkan lukisan-lukisan saya mengenai imajinasi anak-anak. Ada anak-anak di sana yang sedang rindu bermain ayunan di bulan.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB