opini

Asisten Pelukis Bernama Artificial Intelligence Akan Melampaui Van Gogh?

Kamis, 6 Juni 2024 | 09:17 WIB
Vincent van Gogh. (Foto: Van Gogh Museum)

Satu peristiwa yang unik terjadi pada tanggal 21 Mei 2020. Pertama kali dalam sejarah terjadi apa yang disebut sebagai Lebaran Online.

Kita berlebaran secara online karena bukan saja dilarang bersalaman seperti biasa, tetapi juga dilarang berjumpa dan mudik. Kita hanya tinggal di rumah saja.

Ampun. Hanya virus yang bisa memaksa seluruh dunia berlebaran online. Kembali, saya ekspresikan peristiwa ini dalam lukisan.

Akhirnya, pada tanggal 11 Maret 2024, saya membuat lukisan yang menggambarkan data dari Worldometer. Data ini menunjukkan sebanyak 7.004.407 nyawa melayang hingga tanggal tersebut.

Di Indonesia sendiri, lebih dari 160.000 nyawa melayang. Di dalam data statistik itu, banyak sahabat, handai taulan yang kenal dekat, wafat. Saya mengekspresikan kisah sedih itu dengan cepat dalam lukisan.

Pertanyaannya, mengapa saya bisa melukis semua itu dengan cepat? Untuk kasus saya, itu karena hadirnya asisten bernama Artificial Intelligence.

-000-

Saat itu, salah satu aplikasinya, Mid Journey. Tapi juga banyak aplikasi lainnya sudah datang. Saya kombinasi sekitar lima aplikasi AI, sekaligus bekerja dalam tim, menjadi asisten saya.

Wow! Mereka bisa menjadi asisten yang sangat kreatif, cermat membantu saya melukis.

Banyak pakar berdiskusi, berbicara apakah pada waktunya Artificial Intelligence ini akan melampaui kehebatan para raksasa pelukis sebelumnya seperti Van Gogh, Picasso, atau Rembrandt? Sebelum menjawab itu, saya ingin mengeksplor pengalaman pribadi saya lebih lanjut.

Saya ingat peristiwa pemilu presiden 2024. Ini gambar Prabowo ketika ia mulai dengan brand baru yang disebut "Gemoy."

Sebelum "Gemoy," Prabowo dikenal sebagai tokoh yang tegas, kuat, dan kadang-kadang dianggap angker. Namun, ketika istilah "Gemoy" muncul, terutama ketika anak-anak muda mulai mengatakan "Apa boleh Prabowo se-Gemoy ini?"

Prabowo mulai banyak tampil santai di publik, berjoget, dan bercanda dengan banyak orang. Saya tumpahkan itu dalam lukisan.

Juga ada lukisan yang juga tidak kalah penting. Pada Januari 2024, LSI Denny JA mengumumkan. Prabowo dan Gibran besar kemungkinan menang dalam satu putaran saja.

Itu terjadi sebulan sebelum pencoblosan. Saya ingat malam itu, saya tidak tidur sampai dini hari. Saya membaca data itu dengan hati-hati, karena saya sangat khawatir.

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB