opini

Meng-abdallah-kan Ulil Abshar

Senin, 27 Mei 2024 | 14:00 WIB
Ulil Abshar (Tangkapan layar akun X @faizalassegaf dan akun X @ulil)

Karya-karya Imam Al-Ghazali sangat mementingkan otonomi individu dalam perjalanan spiritualnya (seorang "salik"), tidak terikat dan fanatik pada satu tarekat (thariqah), keintiman dengan ilaihi merupakan pengalaman yang sangat individual.

Membaca karya-karya Imam Al-Ghazali, setiap kita, setiap individu kita diajak untuk mendaki menjadi individu yang memiliki imajinasi dan pengalaman personal dalam berelasi dengan Tuhan.

Kemesraan dengan Tuhan merupakan pengalaman personal yang membebaskan dan sangat pribadi bukan pengalaman komunal yang sering merepresi.

Namun pembahasan ini bisa di lain tulisan karena bisa kepanjangan. Sambil merujuk ke kitab karya Prof Abu Ala Afifi bahwa tasawuf adalah "ats-tsawrah ar-ruhiyyah fil Islam" (revolusi spiritual dalam Islam).

Walhasil, 'memahami' Mas Ulil saat ini mungkin bisa juga dengan istilah pesantren, saat ini Ulil sedang me-'nashab'-kan dirinya menjadi 'abdallah' (hamba Allah) dengan tenggelam dalam tasawuf setelah sebelumnya menjadi 'abshar' yang lebih dekat dengan akal, rasionalitas.

Meng-abdallah-kan Ulil Abshar ini yang sedang terjadi.

Halaman:

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB