opini

Media Massa Mainstream dengan Berita Hoax?

Rabu, 28 Februari 2024 | 16:38 WIB
Hoaks Tentang Kartu Prakerja Berseliweran (Instagram @prakerja.go.id)

Oleh : Syafira Wulan Diar

Manusia sebagai mahluk sosial akan membutuhkan mahluk lain untuk berkomunikasi di dalam lingkungannya sehingga pada kehidupan modern saat ini peran media menjadi hal penting yang digunakan dalam berinteraksi antara satu orang dengan lainnya.

Perkembangan zaman yang semakin canggih di berbagai aspek kehidupan telah membawa perubahan-perubahan yang begitu pesat terutama pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Baca Juga: Jarimu Harimaumu

Kehadiran suatu media dianggap sebagai sumber informasi utama yang cepat dan
tepat sehingga dapat mempengaruhi tatanan stabilitas kehidupan sosial yang dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Media sosial merupakan bagian dari new media di era global sekarang ini, seperti : facebook, twitter, line, whatsapp,instagram, youtube dan lain sebagainya yang dapat digunakan dengan mudah, dimana saja dan kapan saja.

Baca Juga: Minum Air Hangat Ternyata Bisa Redakan Hidung Tersumbat

Segala aspek-aspek politik, ekonomi, hukum, budaya, pertahanan dan keamanan bahkan pendidikan sekalipun, baik pada tingkat regional ataupun di tingkat nasional hampir tidak pernah luput dari sorotan media setiap waktunya.Tidak asing lagi masyarakat mendengar kata “hoax”, yang diartikan sebagai berita atau pernyataan yang tidak valid sehingga akan membuat keadaan menjadi panik. Konten hoax sering kali muncul bahkan dapat menimbulkan beragam konflik karena diragukan kebenarannya dan dianggap merugikan pihak-pihak (pribadi, instansi ataupun kelompok) yang berkaitan dengan penyebaran hoax itu sendiri oleh orang-
orang yang tidak bertanggung-jawab.

Baca Juga: Tanda Bahaya: Pemilugate dan Bansosgate Tunjukkan Kacauannya Pengelolaan Negara (1)

Akibat adanya fenomena Hoax di media sosial, publik mulai tidak percaya pada
media mainstream dan juga ketidakpercayaan publik pada Pemerintah. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan pemblokiran tetapi tidak akan efektif juga. Semakin di blokir, pelaku Hoax akan membuat platform baru di Media sosial. Hal ini terjadi akibat adanya kebebasan dan berekspresi, berpendapat dan pesta demokrasi dalam media massa, sehingga kondisi seperti ini menjadi ladang subur pesta Hoax.

Kebanyakan dari kita tentu sudah menyadari bahwa banyak sekali berita, artikel atau
konten-konten yang menampilkan judul provokatif. Hal ini membuat banyak orang tergerak untuk bereaksi berlebihan saat membaca judul padahal isi/kontennya masih terbilang wajar atau biasa.

Fenomena ini yang menuntut kita sebagai pembaca atau penikmat konten untuk
lebih berhati-hati dalam berasumsi atau berpendapat. Kita perlu membiasakan diri untuk terlebih dahulu membaca atau mencari tahu informasi secara akurat, bila terlalu cepat berasumsi tanpa memperhatikan kebenaran informasi yang didapatkan kita bisa saja menjadi salah satu penyebar hoax atau berita palsu.***

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB