Oleh : Maya Alma
Wawasan Nusantara penting dan harus selalu dilakukan secara berkesinambungan
sesuai dengan dinamika proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Wawasan
Nusantara dapat dilihat sebagai ruh atau spirit kehidupan berbangsa yang secara
alami mewarnai bahkan menentukan eksistensi dan kemajuan negara. Suatu
negara yang antara lain ditandai dengan persatuan daerah dapat menciut atau
musnah, tetapi dengan jiwa kebangsaan dan semangat kebangsaan yang tetap
berkobar dengan daya juang yang tinggi, maka eksistensi bangsa tetap dapat
diteruskan dan diakui oleh bangsa lain.
Baca Juga: Logoterapi, Teori Mengenal Makna Hidup
Visi kebangsaan merupakan harga mutlak yang harus dipenuhi, namun cara
mewujudkannya berbeda-beda dari generasi ke generasi. Bagi Baby Boomers,
nasionalisme jelas terlihat saat mereka berjuang mempertahankan negara kesatuan
Republik Indonesia, namun bagi Generasi Y dan Z sangat berbeda. Kita adalah
generasi yang sangat dipengaruhi oleh teknologi informasi. Nasionalisme mereka
merupakan cerminan jamak dari latar belakang situasi global.
Membangun pemahaman tentang kebangsaan Milenial dan Gen Z tentu
merupakan hal lain. Kecerdasan pembuat kebijakan harus mampu membaca
situasi yang berbeda jika ingin membangun visi nasional yang berkelanjutan. Bagi
mereka, nilai-nilai kejujuran, keterbukaan, demokratisasi dan penghormatan
terhadap hak asasi manusia harus diperhatikan dalam kehidupan baru bernegara.
Mereka adalah generasi penerus berwawasan global yang harus diterjemahkan
dalam paket kebangsaan yang peka terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca Juga: Kebijakan Pemerintah Jelang Pemilihan Presiden
Pemuda adalah penerus cita-cita dan perjuangan bangsa, yang harus mampu
berperan sebagai inisiator pembangunan nasional. Karena generasi muda adalah
penghubung antara masa lalu dan masa depan. Tempatnya dalam sejarah adalah
menafsirkan nilai-nilai sosial yang dicapai dan kemajuan sebagai warisan
keberhasilan generasi sebelumnya.
Setiap generasi memiliki kewajiban untuk menghadapi tantangan masa yang akan
datang untuk melanjutkan perjuangannya bagi generasi berikutnya. Tugas
generasi muda adalah mendapatkan praktik dan contoh orisinal yang dapat
dievaluasi dan diuji secara konkrit oleh generasi muda.
Baca Juga: Minum Kopi Bisa Picu Insomnia
Penerapan semangat kepeloporan patut dicontoh. Dan menjadi pionir adalah sifat
alami anak muda segala usia yang tugasnya mencerdaskan masyarakat.
Pengetahuannya memungkinkan dia untuk membuat pilihan yang tepat untuk
meningkatkan prioritas operasional, meningkatkan kualitas peran dan tanggung
jawab generasi selanjutnya, dan berfungsi sebagai pengawas dewan.
Perbedaan pemahaman pengetahuan nasional antar generasi menimbulkan model
baru dalam berpikir dan bertindak secara turun-temurun. Setiap generasi menuntut
sikap terhadap bangsa dan negara ini. Setiap generasi menganggap memiliki
kemampuan untuk mengekspresikan pandangan kebangsaan setiap hari. Generasi
Z berbeda dengan generasi lainnya.
Generasi ini ekspresif dan menggunakan media online sebagai dasar ekspresi diri
mereka. Pasar konsumen potensiallah yang memiliki dampak besar pada
keputusan untuk membeli atau tidak membeli sesuatu. Konsumen memang ada,
namun generasi ini lebih pintar dalam menggunakan media digital.***