opini

Waspadai Politik Identitas Jelang Pemilu 2024

Selasa, 30 Januari 2024 | 16:39 WIB
FGD politik identitas yang dihadiri pemuda dan milenial Kota Bekasi (Pemkot Bekasi)

Oleh : Novita Safitri 

Pembahasan terkait politik identitas terlebih jelang kontestasi pemilu 2024 akan lebih rentan dan masif dilakukan. Isu ini memang masih menjadi isu baru di Indonesia, walaupun aspek-aspek yang berkaitan terkait isu tersebut sudah hadir sejak lam dan dampaknya kini mulai terasa.

Berbicara politik identitas mungkin menjadi topik bahasan yang kompleks,
karena berkaitan dengan berbagai aspek identitas sosial, seperti suku, agama, bahasa, budaya, gender, dan orientasi seksual yang tentunya melibatkan perjuangan untuk pengakuan, hak-hak, dan representasi yang adil bagi kelompok-kelompok identitas tertentu dalam ranah politik.

Baca Juga: Manfaat Berlatih Pernapasan Untuk Pengidap Insomnia

Dari pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 menjadi contoh betapa besarnya
pengaruh dari adanya politik identitas dan efek dari isu tersebut juga terasa saat pemilu presiden 2019 dimana banyak sekali isu bernuansa politik identitas yang beredar di berbagai media yang tentunya sangat berpengaruh terhadap opini masyarakat.

Berkaca dari pengalaman diatas, tidak menutup kemungkinan bahwa isu terkait politik identitas akan kembali mencuat dalam kontestasi pemilu 2024 mendatang.
Setyaningrum (2005) menyatakan bahwa identitas politik merupakan konstruksi yang menentukan posisi kepentingan subjek di dalam suatu ikatan komunitas politik, sedangkan pengertian politik identitas mengacu pada mekanisme 16 politik pengorganisasian identitas sebagai sumberdaya dan sarana politik.

Baca Juga: Cahaya Handphone Bisa Menurunkan Hormon Melatonin

Oleh karena itu, indikasi-indikasi yang muncul akibat politik identitas harus langsung ditangani.
Selain itu, masyarakat harus diberikan pemahaman mengenai elite politik dan oknum tokoh agama agar memanfaatkan perbedaan suku, agama, ras menjadi politik identitas.

Kondisi terkini politik kebangsaan ditengah ramainya berbagai pemberitaan
mendorong masyarakat untuk mulai meningkatan kesadaran, sehingga memunculkan upaya yang nyata dalam menegaskn dan meningkatkan kembali pemahaman nilai- nilai kebhinekaan dalam bingkai dasar negara yakni Pancasila. Sebagai bangsa yang beragam dan tingkat pluralitas yang tinggi, sudah seharusnya komitmen dasar berbangsa untuk menjaga dan mempertahankan keberagaman agama, suku bangsa , bahasa dan adat istiadat yang mengacu pada semboyan negara.

Baca Juga: Mineral Buah Kurma Baik Untuk Kesehatan Jantung

Dalam menjaga komitmen tersebut diperlukan juga pendektan secara rasionalitas dan emosional bahkan spirirual yang menjadi pijakan untuk hidup saling berdampingan, dan sudah sepatutnya politik identitas dapat dilebur menjadi
politik kebangsaan guna kehidupan bangsa yang lebih baik lagi.***

 

Tags

Terkini

Kedaulatan Pangan Dimulai dari Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:49 WIB

Mendadak Tua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:47 WIB

Pagi, Aku Tak Berarti?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 05:45 WIB

Jalan Tangguh Iran

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:43 WIB

Saat Regenerasi Menemukan Namanya: Isfhan

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:32 WIB

Menyiapkan Sekoci bagi Penumpang Kapal Retak

Kamis, 2 Juli 2026 | 14:04 WIB

Wahai Mentari Pagi!

Rabu, 1 Juli 2026 | 07:46 WIB

Mencegah Korupsi di Tatar Santri

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB