Karena itu alternatif terbaik, membangun dengan segenap komponen yang baru, karena yang sudah bobrok itu akan lebih berbahaya untuk dibiarkan menjadi bagian dari konstruksi bangunan yang baru. Sehingga segala bentuk yang lama akan lebih baik segera ditenggelamkan saja ke dalam bumi.
Dalam teorinya untuk membangun suatu konstruksi bangunan yang kokoh, diperlukan semua bahan bakunya yang serba segar dan baru. Ibarat onderdil mesin yang sudah usang, bila kembali ikut dipasang dalam satu rangkaian kerja mekanis suatu mesin, akan menjadi bagian penghambat dalam mekanisme kerja yang akan saling berkaitan antara yang satu dengan bagian yang lain.
Kecuali itu, untuk membangun suatu bangunan yang baik dengan seni arsitektur yang mampu membangkitkan gairah hidup yang baik, maka konstruksi bangunan baru yang hendak dibangun itu hanya dapat dilakukan secara lebih leluasa dengan merobohkan bangunan lama yang telah lapuk itu agar bisa didapat struktur dari bangunan yang megah dan kokoh tanpa abai pada nilai keindahan arsitektur dan nilai filosofisnya yang sakral agar tidak kembali dijadikan tempat perselingkuhan dan kejahatan yang memperdaya rakyat banyak hingga terus didera kemiskinan sepanjang hidupnya
Perselingkuhan dan pelecehan politik bagi rakyat telah mereka telusuri mulai sejak sumpah jabatan saat menerima amanah rakyat, sampai pada tatanan hukum dan peradilan yang acap diingkari tanpa rasa berdosa, apalagi pada hasrat melakukan tindak kejahatan korupsi, kolusi dan nepotisme jelas dan terang dilakukan tanpa rasa malu.
Baca Juga: Penyebab Timbulnya Penyakit Batuk
Artinya, rasa berdosa bagi pejabat publik itu telah menjadi imun kebal dan bebal sehingga etika, moral dan akhlak dibiarkan jauh dari detak jantung dan hati nuraninya. Agaknya memang, mereka sudah tidak lagi percaya dengan adanya ajaran dan tuntunan yang dapat memberi ganjaran, azab.
Hasrat membangun dinasty dalam pemerintahan yang telah kita sepakati berbentuk republik, artinya jelas merupakan khianat terhadap tujuan berbangsa dan bernegara yang telah dikesepakatan seperti yang termuat dalam konstitusi kita, UUD 1945 maupun Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa.
Rumusan persatuan dalam kebersamaan yang dimaknai oleh bhineka tunggal Ika itu, dapat menjadi penakar dari nilai kebangsaan yang dipahami oleh setiap orang Indonesia. Karena diantara patriot bangsa yang sejati senantiasa ada pengkhianatan yang selalu dilakukan oleh mereka yang tetap bermental budak, yaitu sekelompok orang yang ingin mencari kenikmatan sendiri meski harus berada diatas penderitaan orang lain.
Dalam pola gerakan sejumlah aktivis pun, cukup dominan memiliki cara seperti itu. Sehingga hasrat untuk selalu di depan memonopoli semua ide, gagasan serta pembicaraan bisa disimak dengan baik dan jelas ada dalam setiap pertemuan, diskusi termasuk yang mereka sebut musyawarah. Karena itu, selama kesadaran untuk memahami hakekat persatuan sangat diperlukan untuk kebersamaan belum tumbuh, maka hasrat untuk suatu perubahan yang lebih baik tetap menjadi slogan kosong. Sebab upaya untuk merajut kesadaran untuk bersatu dalam satu gerak kebersamaan, menjadi pekerjaan nyata sepanjang perjuangan kaum pergerakan yang selalu diabaikan. Padahal, persatuan dan kebersamaan itu adalah anak kunci dari gerbang perubahan, atau yang sering disebut dalam bahasa ucap yang heroik, yaitu revolusi.***