Tuhan mungkin bersembunyi dalam hal-hal biasa yang lupa kita syukuri.
Jika masih ada sisa musim, aku tak ingin lagi berlomba dengan jam.
Aku ingin menjadi tempat pulang bagi hati yang letih.
Meninggalkan jejak bukan di batu, melainkan di ingatan seseorang yang kelak berkata, "Aku pernah dicintai."
Kepada tunas muda yang baru menyongsong matahari, jangan terburu-buru mengejar segala yang berkilau.
Dunia akan mengajarkan cara menjadi cepat. Tetapi manusia harus belajar menjadi utuh.
Kelak kalian pun akan terbangun dengan tubuh ringkih.
Saat itu yang menemani bukanlah kuasa atau pujian. Melainkan satu pertanyaan:
"Apakah aku sungguh telah hidup, atau hanya sibuk menunda kehidupan?"
Hidup bukan perkara berapa lama kita tinggal, namun berapa limpah cahaya kita pancarkan sebelum pulang.
Artikel Terkait
Alfamart dan Cussons Baby Gelar Sahabat Posyandu, Sasar 2.800 Ibu dan Anak
GP Ansor Karangtengah Cianjur Matangkan Persiapan Pelatihan Kepemimpinan Dasar ke-V
Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Peran Warga Menjaga Keasrian Masjid (Bagian 46)
Pelimpahan Tersangka Don Ritto Beserta Barbuk Emas 74 Kilogram ke Kejagung
Pemeriksaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Didampingi Hotman Paris
Inisiatif Guru SDK Ogolau Masak Mandiri Demi Siswa Pelosok Sulteng
Pers sebagai Kekuatan Ke Empat Penopang Ajegnya Demokrasi
Rekayasa Lalu Lintas Matang, Pagelaran Siap Sambut Ribuan Peserta Pawai Ta'aruf MTQH Cianjur
Belasan Remaja Cianjur Positif HIV, Pemkab Perluas Akses ARV ke Puskesmas