Oleh: Heri Firmansyah
Dalam buku Nederl-Indische Gemeeentewapens (lambang kota Belanda-India) pengarang Dirk (Jr) Ruhl, tahun penerbitan 1933, sebanyak (86 hal) Perpustakaan Universitas Leiden. Pada hal- 48, Tjiandjoer memiliki logo dengan "de Wapenspreuk is (motto) "Loh Djinawi."
Asal usul kata Loh Djinawi
Kata "loh jinawi" merupakan bagian dari ungkapan atau peribahasa dalam bahasa Jawa yang berbunyi "gemah ripah loh jinawi". Ungkapan ini memiliki arti "kekayaan alam yang berlimpah".
Ungkapan "gemah ripah loh jinawi" sering juga digunakan sebagai semboyan daerah, seperti desa, kabupaten, kota, hingga provinsi, salah satunya Tjiandjoer.
Apa itu Loh Jinawi?
Loh Jinawi artinya subur makmur.
Gemah ripah loh jinawi berarti (kekayaan alam yang berlimpah) sedangkan toto tentrem karto raharjo(keadaan yang tenteram).
Kenapa loh djinawi?
"Indonesia, adalah negara terkaya di dunia, bahkan seluruh kesuburan tanah di Eropa jika dikumpul tak akan menyamai kesuburan di tanah Jawa.”
Petikan kalimat di atas terdapat dalam naskah kuno “Babad Tanah Jawi”. Di situ, ada kesaksian Belanda sebagai negara penjajah tentang Indonesia yang “Gemah Ripah Loh Jinawi”.
Dalam Naskah “Babad Tanah Jawi” merupakan salah satu naskah kuno tahun 1700-an mengenai sejarah Indonesia yang kini awet tersimpan di tanah air. Sayang, tidak banyak naskah kuno yang bernasib baik seperti “Babad Tanah Jawi”.
Dalam Babad Majapahit ada ungkapan (Dandanggula, hal 65-66, balai pustaka)
"Sri Nalendra Ratu Majapahit Kartarajasa Jayawardana terkenal sang pemberani ada pula yang nyebut BraWijaya juga terpenpertama sebab asalnya pemula termasyhur yang memerintah negara makin lama negaranya makin wangi luas pemerintahannya.Demikian pula pusat negri cepat benar melebar luasnya tambah besar tambah ramai gedung-gedung dibangunlebih-lebih wilayah puri bagaikan jadi tanda ibukota masyhur Ramai murah sandang pangan Panjang-punjung pasir wukir loh jinawi "
Panjang punjung pasir wukir loh djinawi adalah ungkapan untuk mengatakan negara aman tentram, murah sandang murah/cukup pangan"
Lalu bagaimana dengan sugih mukti?
untuk SUGIH MUKTI sendiri sudah menjadi lembaran Daerah (peraturan Daerah) Nomer 19 Tahun 1987 "Tentang lambang daerah kabupaten tingkat II" jaman Bupatinya pa Arifin Yoesof dan DPRD nya Drs Djunaedi dan Gubenurnya Rudini.
(Untuk arti, makna dan filosofis baca dokumen perda)
Artikel Terkait
Keutamaan Menyantuni Kaum Duafa
Harapan-Harapan Diaspora Indonesia untuk Pemerintahan Presiden Prabowo
Why US Muslims Must Vote?
Mutiara Pagi: Aksi Solidaritas (Bagian 1672)
Perbanyak Anggota, Racana Abdiningrat Gerakan Pramuka STAI Al-Azhary Cianjur Gelar Screening PETRA 2024
Why US Muslims Must Vote
AGPAI 'Timbun' Uang Ratusan Juta Hasil Pungli?
Pertolongan dan Perlindungan Allah
Kemenangan Presiden AS Donald Trump Adalah Pelajaran untuk Demokrat
Bangsa yang Lapar