Journalnusantara.com - Menurut organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.
Karenanya intervensi penurunan stunting itu tidak hanya menjadi beban kaum perempuan atau ibu saja, tapi juga harus ada dukungan penuh dan kerjasama para bapak dan suami, agar stunting dapat dicegah sedini mungkin.
Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Ayu Marzuki, menyebutkan, ada 3 faktor penting yang menjadi stimulus penurunan stunting pada anak yaitu, pola asuh, pola makan dan akses sanitasi dasar yang bagus.
Baca Juga: Sowan ke Tokoh Ulama, LPPDSDM BKPRMI Cianjur Canangkan Program Unggulan Menuju Ramadhan
Hal itu disampaikan Ayu dalam peningkatan kapasitas Kader PKK terkait Parenting yang berlangsung di Kantor Keuchik Gampong Lampulo, Rabu 25 Januari 2023.
Ayu menjelaskan, stunting adalah sebuah kondisi gangguan gizi kronis pada anak yang mengakibatkan gagal tumbuh anak, sehingga membuat anak menjadi lebih pendek dari anak lainya.
"Selain itu stunting juga akan berdampak pada pertumbuhan inteligensi anak yang juga ikut terhambat," ucap Ayu.
Lebih lanjut, terang Ayu, untuk mencegah atau menanggulangi stunting pada anak, harus dilakukan intervensi yang akan difokuskan pada perempuan mulai dari usia remaja guna mempersiapkan fisik mereka sebagai calon ibu di masa depan.
Baca Juga: Viral! Lirik Lagu Upin-Ipin Aiya Cik Siti
Menurutnya, upaya intervensi pencegahan stunting pada remaja putri yaitu pemberian tablet tambah darah (TTD) mingguan bagi remaja putri dari usia sekolah mulai SMP dan SMA sederajat, serta dibarengi dengan dorongan aktivitas fisik dan konsumsi makanan bergizi seimbang.
“Intervensi ini dilakukan untuk memastikan dan mempersiapkan remaja putri tidak kekurangan zat besi dan gizi sebelum mereka hamil nantinya,” kata Ayu.
Kemudian, kata Ayu, intervensi pada ibu hamil mulai pemberian TTD, pemeriksaan kehamilan rutin, pemberian makanan tambahan pada ibu hamil, dan pemantauan perkembangan janin dengan pemeriksaan ibu hamil minimal 6 kali selama 9 bulan.
"Semua itu harus tercukupi, lantaran hal tersebut menjadi faktor penting pada ibu hamil untuk mencegah kekurangan energi kronis/gizi dan zat besi pada ibu hamil," tuturnya.