Pemuda yang saat ini berusia 21 tahun ini mengaku lelah jika dibanding-bandingkan dengan sosok sang ayah. Hal itu membuat ia frustasi, hingga ia mengaku sempat berfikitan ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
"Berat banget, sih, jujur. Gue capek, sempat mau bunuh diri," ungkap Abidzar.
Ia juga merasa di usianya saat itu ia tidak bisa melakukan apa yang dilakukan remaja seusianya.
Baca Juga: Blue Monday Dianggap Hari Paling Menyedihkan
"Gue nggak bisa ngelakuin apa yang orang-orang seumuran gue lakuin, ya nongkrong, gue pengen pakai celana pendek, pengen ngerokok doang nggak bisa, gitu," imbuh Abidzar.
Abidzar juga curhat soal dirinya banyak dihujat netizen saat ia mengenakan anting-anting.
"kayak kemarin juga sempet viral gua cuma pakai anting-antingan gua dihujat sana sini," ujarnya.
Ia mengaku berat di usianya saat itu gak tahu harus menghadapinya seperti apa.
"Bahkan, gua 8 tahun pindah sana sini rumah cuma buat ngehindarin infotainment, seberat itu,” ungkapnya.
Sementara itu, sang ibunda Umi Pipik memberikan pembelaan kepada sang putra. Umi Pipik yakini jika anaknya paham bagaimana memperlakukan anjing dan apa yang harus dilakukan jika tak sengaja terkena air liurnya.
Baca Juga: Mari Bantu Kakek Pudin, Korban Reruntuhan Gempa Cianjur yang Hidup Sebatangkara
“Saya selalu bilang sama dia, apapun karir yang sekarang dia jalanin, jadikan karirnya itu tempat berdakwahnya,” terang Umi Pipik.
Umi Pipik juga mengatakan jika Abidzar adalah sosok yang bertanggung jawab.
“Memang dari dulu dia orangnya care, bukan cuma sama ibu, sama adik-adiknya, saudara-saudaranya,” ujar Umi Pipik.
Umi Pipik juga menyampaikan membebebaskan anak-anak mereka untuk menjadi apapun seperti keinginan mereka. Namun pesannya kepada anak-anak jangan sampai meninggalkan ibadah dimanapun dan kapanpun.***