JournalNusantara.com - Beberapa waktu lalu publik digemparkan oleh informasi dibeberapa media, terkait kabar sosok mayat yang hidup kembali di Kabupaten Bogor.
Pelaku,Wen shi alias Urip Saputra atau US, yang diklaim meninggal dunia dan hidup kembali akhirnya menyerahkan diri ke Polres Bogor.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Yohanes Redhoi Sigiro mengatakan bahwa, "saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terkait skenario yang telah mereka lakukan,"jelas Redhoi.
"Yang bersangkutan tadi malam menyerahkan diri," terangnya.
Baca Juga: Dewi Persik, Laporkan Oknum Haters Ke Polreta Depok
Redhoi juga menjelaaskan kalau saat ini US bersama istrinya tengah menjalani pemeriksaan secara intensif .
"US saat sedang dimintai keterangan secara intensif. "Untuk hasilnya kami mohon waktu akan disampaikan ke rekan-rekan. Sementara baru itu yang kita bisa kita sampaikan masih menunggu hasil pemeriksaan," jelasnya.
US yang sebelumnya sempat diburu polisi terkait tindakan yang ia lakukan, dari beberapa informasi yang diterima polisi, US tidak pernah terlihat lagi di setelah pulang dari RSUD Bogor.
Baca Juga: Rudi Salam Meninggal Diduga Akibat Alami Depresi
Menurut para tetangga yang menyebut Ws Urip dan istrinya Y belum menampakkan diri di rumahnya. "Dari (RSUD Rabu sudah pulang dari RSUD Kota Bogor) Pastinya kami cari (US dan Y). (Pasal berapa?) penyelidikan itu masih kita dalami," Ungkapnya.
Serangkaian tindakan penyelidik untuk menentukan peristiwa atau perbuatan ini pidana atau tidak, itu yang sedang kami dalami sekarang. Pasti akan kami panggil dimintai keterangan," ujar AKP Yohanes Redhoi Sigiro.
"Polisi akan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangannya, seperti dua sopir ambulance dan dua orang dari pihak hotel saat di Jakarta, serta beberapa saksi yang melihat sosok US yang diklaim meninggal dan berada dalam peti mati.
Baca Juga: Dewi Persik, Laporkan Oknum Haters Ke Polreta Depok
"Kemudian dari tiga orang saksi di warga setempat yang pada saat itu menyambut (ambulans berisi US dan istrinya Y.) menurunkan peti serta menyaksikan membuka peti, sehingga ada sekitar 10 orang kita periksa," jelasnya.