JournalNusantara.com - Pencak silat adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Kepulauan Nusantara (Indonesia). Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara (Indonesia).
Unsur-unsur untuk membela diri dengan seni bela diri, yaitu dengan menggunakan pukulan dan tendangan. Pencak silat merupakan bela diri yang banyak diminati oleh banyak orang terutama masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Generasi Z Masihkah Ada Keinginan Menggunakan Media Massa Mainstream ?
Di Indonesia ada salah satu pencak silat yang cukup tersebar luas sampai kemanca
negara. Dan pastinya ada di daerah saya, yaitu pencak silat Persaudaraa Setia Hati Terate.
Persaudaraan Setia Hati Terate (dikenal luas sebagai Setia Hati Terate atau SH Terate) adalah
organisasi olahraga yang diinisiasi oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922 dan
kemudian disepakati namanya menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate pada kongres
pertamanya di Madiun pada tahun 1948.
PSHT merupakan organisasi pencak silat yang tergabung dan salah satu yang turut
mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada tanggal 18 Mei 1948. Saat ini PSHT
diikuti sekitar 7 juta anggota, memiliki cabang di 236 kabupaten/kota di Indonesia, 10
komisariat di perguruan tinggi dan 10 komisariat luar negeri di Malaysia, Belanda, Rusia
(Moskwa), Timor Leste, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Belgia, dan Prancis.
Pendidikan pencak silat di PSHT memiliki inti unsur pembelaan diri untuk
mempertahankan kehormatan, keselamatan, kebahagiaan, dan kebenaran. Materi yang
diajarkan terbagi untuk 3 kelompok, yaitu kelompok pencak silat ajaran (pemula) yang terdiri dari, senam massal, senam dasar, jurus, senam dan jurus toya, jurus belati, kuncian (kripen), dan silat seni untuk tunggal, ganda, dan beregu.
Baca Juga: Televisi Vs Youtube: Pergulatan Kepentingan Media di Tengah masyarakat ?
Kelompok kedua adalah kelompok pencak silat prestasi untuk mengikuti kejuaraan atau ajang olahraga yang melibatkan pencak silat dengan materi tanding serta dan silat seni baik tunggal, ganda, maupun beregu. Dan yang terakhir adalah kelompok Pencak Silat Bela Diri Praktis yang diberi materi bela diri profesional, pertunjukan dan keterampilan khusus.
Selain itu PSHT juga mengajarkan beberapa ajaran seperti Ajaran Setia Hati, di mana
warga akan belajar mengenai upaya mendekatkan hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia serta hubungan manusia dengan alam semesta.
Baca Juga: Pembangunan Mesjid Margonda Depok Jadi Polemik, Kang Emil: Selesaikan Dulu Dinamikanya
Ajaran Setia Hatimengharuskan warganya mampu memahami dirinya sendiri dan hati nuraninya, bahwa manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan (dibunuh) tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu setia pada hatinya sendiri dan tidak ada kekuatan apa pun di atas manusia yang bisa mengalahkan manusia kecuali kecuali kekuatan Tuhan Yang Maha Esa.
Ajaran selanjutnya adalah Ajaran dan Gerakan Budi Luhur di mana warga PSHT harus ikut
berupaya mewujudkan memayu hayuning bawana yang artinya “dalam upaya mewujudkan”
masyarakat nyaman, adil, makmur, dan sejahtera lahir batin.***
Penulis :
Alfian Fahridho Saputro (1214070006)
MHU 3A FDK UIN Bandung.