nasional

Pembangunan Mesjid Margonda Depok Jadi Polemik, Kang Emil: Selesaikan Dulu Dinamikanya

Jumat, 18 November 2022 | 16:05 WIB
Terkait polemik pembangunan Mesjid Margonda Depok Ridwan Kamil angkat bicara (Instagram @ridwankamil)

JournalNusantara.com - Rencana pembangunan Mesjid Margonda Depok jadi polemik. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terbukti jika masih ada dinamika sosial yang harus diselesaikan dulu.


Rencana pembangunan Masjid Margonda Kota Depok merupakan inisiasi dari Pemerintah Daerah Kota Depok. Pemda Kota Depok meminta bantuan kepada Pemda Provinsi Jabar untuk dibuatkan masjid di Kawasan Margonda atas dasar aspirasi masyarakat. Pemda Provinsi Jabar menyetujui permohonan tersebut dengan syarat lahannya sudah tersedia.


“Jadi Pemkot Depok minta bantuan, tentu kita bantu dengan syarat lahannya harus sudah beres,” kata Ridwan Kamil di Bandung, Kamis (17/11/2022).

Menurut kang Emil, terkait lokasi pembangunan Masjid Margonda juga merupakan permintaan dari Pemda Kota Depok. Pemda Provinsi Jabar dalam hal ini kapasitasnya hanya menampung aspirasi daerah.

“Mau dibuatkan alun-alun, objek wisata, gedung kesenian, masjid atau rumah ibadah silakan. Jadi saya tidak pilih-pilih lokasi, dalam hal ini kami hanya dimintai untuk membuatkan masjid, tentu kami bantu,” ujar Kang Emil.

Lanjut Kang Emil menyebutkan, jika Pemda Provinsi Jabar menyetujui permohonan itu, maka tugas dari kota/kabupaten adalah menyiapkan lahannya dengan baik dan aman, termasuk permohonan pembangunan Masjid Margonda Depok.

"Saya dilapori lahannya beres, tapi ternyata belum karena ada dinamika sosial ini yang harus diselesaikan dulu oleh Pemkot Depok," kata Kang Emil.

Kang Emil sebelumnya pernah menanyakan kepada Pemda Kota Depok alasan relokasi SD Pondok 1 Cina yang lahannya akan digunakan untuk pembangunan masjid tersebut, yang kemudian menimbulkan polemik di masyarakat.

Baca Juga: Usai Pesan PSK Online, Polisi Bertugas di KTT G20 Tewas Ditusuk

Pemda Kota Depok beralasan lalu lintas di sekitar SD tersebut sudah sangat padat dan membahayakan siswa.

“Jadi kalau lahan memang belum clean and clear untuk alih fungsi supaya dimusyawarahkan terlebih dulu sebaik mungkin sampai semua pihak menerima,” ujar Kang Emil.

Apabila lahannya belum siap, Kang Emil juga menyarankan pembangunan masjid bisa dipindahkan lokasinya atau ditunda dulu.*

Tags

Terkini