JournalNusantara.com - Polisi berhasil mengungkap fakta lain di balik kejadian warga Bogor yang dikabarkan meninggal dan hidup kembali.
US (40), warga Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor disebut meninggal lalu hidup lagi saat ini menjadi buah bibir publik.
Baca Juga: Pesona Perdana Menteri Italia Georgia Meloni , Curi Perhatian Nitizen
Dugaan sementara untuk lari dari hutang yang tengah melilitnya US berpura - pura meninggal dunia, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan bahwa sat ini pihaknya tengah mendalami kasus itu.
"Fakta menarik yang sedang didalami, dari pembicaraan yang dilakukan istri US dengan driver ambulans, berkeluh kesah terkait utang yang melilit keluarga dan banyak yang menagih," kata Iman, Rabu (16/11).
Hasil penyelidikan sejauh ini, pihak Kepolisian memastikan bahwa US dan Istrinya Y, tidak melakukan perjalan dari semarang, Jawa Tengah,"terang Iman.
Baca Juga: Wanita Asal Cimahi Diamankan Polda Bali, Saat Rombongan Presiden AS Lintasi Simpang Peminge
Tetapi, US, Y dan anaknya dijemput dari suatu tempat di bilangan Jakarta Selatan oleh supir ambulans dalam keadan sehat. Kemudian, saat tiba di Rest Area Cibubur, saat sopir dan kernet ambulans istirahat, US sudah tidak ada di lokasi.
"Baru diketahui (US) ada di dalam peti itu ketika peti diturunkan. Saat ini, US dan istrinya belum berkenan untuk dimintai keterangan. Kami beri kesempatan kepada yang bersangkutan untuk pemulihan," jelas Iman.
Baca Juga: Diduga Terlibat Jaringan Teroris, Dua Anggota Polda Lampung Diamankan Tim Densus 88 Mabes Polri
Peristiwa yang terjadi pada Jum'at 11 November 2022 itu dijelaskan oleh kaka dari US, Saputra bahwa saat US ada di semarang, Y istri US menhubungi keluarga yang berada di Bogor, bahwa US sakit dan dilarikan ke salah satu Rumah Sakit di Jakarta.
Dan akhirnya di vonis meninggal dunia dan akan dibawa ke rumah duka di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
"Kita sih belum bisa jelaskan sepenuhnya. Karena memang yang tahu itu hanya Urip (US). Yang kami terima, peti datang kita buka. Ternyata masih ada tanda kehidupan," kata Saputra.***