nasional

S3 di Luar Negeri; Kisah Inspiratif Adhiguna Diterima 9 Universitas Mancanegara Ternama, Ini Dia Tipsnya!

Sabtu, 12 November 2022 | 21:33 WIB
Ilustrasi kuliah di luar negeri. Beasiswa penuh menjadi impian banyak orang di dunia. (Instagram @koiphotographer_)

JournalNusantara.com - Melanjutkan kuliah ke luar negeri adalah impian banyak orang. Apalagi kampus yang menjadi tempat studi kita adalah kampus-kampus dengan rangking teratas dunia, pastinya sangat membanggakan.

Namun bukanlah hal yang mudah untuk dapat kuliah ke luar negeri tersebut. Selain harus belajar dan mempersiapkan dengan tekun apa yang disyaratkan oleh kampus-kampus tersebut, persainganpun tidak akan bisa dihindari antar sesama calon mahasiswa baru, terlebih yang berjuang untuk dapat memperoleh beasiswa fuul dari pemerintah.

Kali ini pihak redaksi melansir tulisan dari sumber https://www.hotcourses.co.id/study-in-the-uk/university-applications/tips-memilih-dan-mendaftar-program-s3-di-luar-negeri-kisah-adhi/. Besar harapan ada abanyak anak bangsa yang berkesempatan memperoleh pendidikan jenjang pergurun tinggi yang berkualitas. Pastinya banyak jalan menuju Roma, meski sulit dan banyak tantangannya, asalkan yakin, kesempatan selalu pasti ada.

Baca Juga: Biadab, Suami Bunuh Isteri Hingga Tubuhnya di Mutilasi Lalu Direbus Dalam Panci dan Dibakar

Mengambil kuliah jenjang S3 atau PhD di luar negeri sudah pasti memerlukan persiapan yang matang. Karena itu, tim Hotcourses Indonesia selalu berusaha menyajikan info yang bisa membantu perencanaan studimu. Kali ini kami mengundang Adhiguna Kuncoro (Adhi), kontributor Indonesia Mengglobal yang diterima 9 universitas mancanegara ternama, untuk berbagi tips mendaftar & memilih program S3 di luar negeri. Langsung simak kisahnya di bawah ini.

Banyak teman-teman mungkin tengah kuliah S1 atau S2 dan sedang memikirkan langkah apa yang diambil selanjutnya. Salah satu pilihan tentunya adalah bekerja. Pilihan lain adalah melanjutkan studi ke jenjang S3. Karena saya ingin mendalami ilmu lebih lanjut dan menjadi ahli di bidang saya, yaitu intelegensia buatan (artificial intelligence) dan teknologi, saya memilih untuk mengambil S3. Saya percaya bahwa ilmu AI, teknologi, dan big data akan sangat dominan di masa depan.

Di artikel ini, saya akan bercerita lebih lanjut tentang perjalanan saya mendaftar ke berbagai program S3 Computer Science (Ilmu Komputer) di universitas-universitas top dunia. Perjalanan mendalami bidang akademik tentunya tak mudah, serta membutuhkan minat, usaha, konsistensi, dan persiapan dari jauh-jauh hari. Misalnya, pengalaman mengambil kelas-kelas yang relevan dan mengerjakan riset di tahun terakhir S1 akan sangat membantu kalian mempersiapkan diri menempuh pendidikan lebih lanjut.

Pada akhirnya, saya sangat beruntung mendapatkan offer of admission program S3 Computer Science dengan tawaran beasiswa penuh dari 9 universitas: University of Oxford, Stanford University, Harvard University, Carnegie Mellon University, University of Washington, Johns Hopkins University, Georgia Institute of Technology, University of Maryland, dan Alan Turing Institute. Saya akan berbagi tips-tips spesifik yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan kemungkinan diterima di program PhD tujuan teman-teman dan bagaimana saya akhirnya memilih kuliah S3 di Oxford.

Kenali & Cermati Calon Pembimbing

Kuliah S3 bukan hanya tentang sekolah, brand, ataupun ranking. Meskipun hal-hal tersebut juga penting, yang paling penting sebetulnya adalah siapa pembimbing atau advisor kalian di program S3 tujuan. Ini penting karena pembimbing akan membantu kalian selama durasi program S3 - mulai dari pertanyaan riset, mengajarkan cara menulis paper, dan mengenalkan kalian kepada jaringan akademisi di bidang kalian (ini sangat berguna saat kalian nantinya mencari kerja sebagai profesor).

Bahkan ada banyak situasi di mana beasiswa yang kalian terima sebenarnya dibayarkan dari dana riset pembimbing kalian, lho! Jadi tak bisa disangkal kalau peran pembimbing benar-benar sepenting itu di perjalanan studi PhD kalian.

Bidang yang saya minati adalah natural language processing dan machine learning - sub-bidang dari intelejensia buatan - yang biasanya berada dibawah departemen Ilmu Komputer. Pada saat pertama mau mendaftar PhD, saya mencari siapa saja profesor-profesor yang risetnya paling berpengaruh sebagai calon pembimbing. Setelah itu, saya melakukan seleksi lanjutan untuk menemukan pembimbing yang juga terkenal baik, suka menolong, serta terbukti menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang berhasil dan sukses.

Baca Juga: Wow... Ini Dia Tips Ampuh Peroleh Beasiswa S3 ke Luar Negeri, Simak Ya !

Untuk mengetahui hal ini, saya melihat situs personal tiap profesor yang saya minati serta melihat profesi dan tempat kerja dari alumni yang pernah dibimbing para profesor tersebut. Saya juga mengikuti internship dengan salah satu profesor yang saya minati untuk mengetahui cara kerjanya dan bisa belajar dari beliau secara langsung.

Halaman:

Tags

Terkini

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:25 WIB

Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas

Selasa, 7 April 2026 | 17:45 WIB

Menghindari Kemacetan Puncak

Sabtu, 4 April 2026 | 10:40 WIB