JournalNusantara.com - Konsisten terhadap komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah suatu kewajiban bagi akademisi ataupun masyarakat kampus jenjang Perguruan Tinggi, dimanapun dan kapanpun. Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian adalah tiga hal pokok Tri Dharma PT, dan ketiganya haruslah sistematis, berkelanjutan, dan saling menyempurnakan satu sama lain.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh 46 orang mahasiswa asal Kampus UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung di Desa Cikadu Kec. Sindangkerta Kab. Bandung Barat merupakan bukti nyata konsistensi masyarakat kampus terhadap masyarakat. Diharapkan melalui eksplorasi potensi alam dan manusia yang berfokus akhir pada pemberdayaan masyarakat (empowering people) yang paripurna lahir serta bathin. Karena sejatinya tujuan pendidikan nasional adalah memanusiakan manusia, dan mahasiswa menjadi salahsatu objek sekaligus subjek dari tujuan pendidikan nasional tersebut.
Baca Juga: Pembukaan KKN Sisdamas-MB 277, 278 dan 279 Desa Cikadu KBB Fokus, Menjadi Mahasiswa Pemberdaya
46 orang Peserta KKN di Desa Cikadu terbagi ke dalam 3 kelompok (Kelompok 377, 378, 379), dan akan menjalani KKN Sisdamas Moderasi Beragama. Mahasiswa akan melakukan penelitian dan pengabdian dengan menggali terlebih dahulu beragam persoalan yang ada di tengah masyarakat, dicarikan solusi yang solutif dan konstruktif demi mewujudnya program-program pemberdayaan di tengah masyarakat desa.
Karenanya, sejak awal kedatangan di lokasi KKN, para mahasiswa sudah mulai bergerak dengan langsung menemui Bapak Kepala Desa Cikadu dan para perangkat desa lainnya. Hal ini dilakukan guna meminta izin, dan mendapatkan restu kegiatan KKN demi sinerginya konsep-konsep yang memang sudah dipersiapkan dari awal oleh para peserta KKN melalui rapat-rapat kecil di internal kelompoknya masing-masing. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Ketua Kelompok KKN 278, Reza Fahlevi yang juga mahasiswa Prodi Sosiologi FISIP pada Selasa (11/07).
"Di Desa Cikadu ini kita akan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Namun terlebih dulu kita harus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan para tokoh lainnya untuk memperoleh izin, restu dan juga bimbingan dari beliau-beliau selama satu bulan ke depan. Kami bersyukur berada di Desa Cikadu ini, selain masyarkatnya ramah-ramah, juga Bapak Kades beserta jajarnnya juga sangat baik, responsip dan yang paling penting beliau berkenan menerima kami sekaligus membimbing kami yang masih sepi dengan pengalaman hidup." tutur Reza dengan nada penuh syukur.
Baca Juga: Yuk Vote Fani Nurul Fadillah, Top 25 Putri Hijab Jawa Barat 2023
hal senada juga dikemukakan oleh oleh Koordinator Desa (Kordes) KKN Cikadu, Ade Sahrul yang juga mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) FIDKOM. Ia mengatakan bahwa kegiatan KKN adalah sarana sekaligus momentum mengasah kepekaan nurani dan kesalehan sosial mahasiswa di tengah masyarakat.