JournalNusantara.com - Dalam rangka mempererat jalinan komunikasi politik, Prabowo Subianto bershilaturahmi kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di kediamannya, Kompek DPR Jakarta, pada Minggu (09/07) kemarin.
Menurut Pengamat Politik, Ujang Komarudin pertemuan Prabowo Subianto dengan Muhaimin Iskandar tersebut merupakan sinyal kuat bagi Ketua Umum PKB itu akan mendampingi Prabowo di Pilpres 2024 mendatang
Baca Juga: KPK Lantik 66 Penyelidik dan Penyidik
“Kemarin ke Cak Imin, itu sesuatu yang bagus. Kelihatannya ingin mempererat jalinan komunikasi dan koalisi yang sudah dibangun antara Prabowo dan Cak Imin,” kata Ujang, dikutip dari pojoksatu.id, Senin (10/07).
"Pertemuan Prabowo Subianto dengan Muhaimin Iskandar tersebut merupakan sinyal kuat bagi Ketua Umum PKB itu akan mendampingi Prabowo di Pilpres 2024." Ujar Ujang.
Baca Juga: Perindo Siap Usulkan TGB Jadi Cawapres Alternatif Ganjar Pranowo
Ujang Komarudin menilai pertemuan keduanya merupakan hal yang positif dalam rangka menentukan siapa yang pantas menjadi cawapres Prabowo Subianto.
“Tentu positif- positif saja kalau mereka saling mempererat kembali. Bisa jadi bahwa itu adalah sinyal prabowo memberikan ruang kepada Cak Imin untuk menjadi cawapresnya,” ujarnya.
Karena itu, kata Ujang, kursi Koalisi Kebangkitan Indonesia Ray (KIR) akan kurang di atas 20 persen jika tanpa PKB. Jika Prabowo memilih cawapres di luar koalisi, maka Prabowo terancam gagal nyapres.
“Karena kalau Prabowo cawapresnya orang lain, Cak Imin pasti gak mau. Pasti lari. Karena kalau Cak Imin lari, PKB lari, Prabowo harus cari koalisi lagi untuk bisa nyapres karen akan kurang 20 persen,” ujarnya.***
Sumber : radarjabar.com