JournalNusantara.com - Rumput lapangan Jakarta Internasional Stadium (JIS) dipersoalkan karena dinilai tak memenuhi standard kelayakan FIFA. Beberapa pihak meminta agar rumput tersebut diganti.
Sementara itu politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Taufik Zulkifli meminta pemerintah mengurungkan niat untuk mengganti rumput Jakarta Internasional Stadium (JIS) karena penentuan standar itu sendiri hanya ditentukan oleh FIFA.
Baca Juga: Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Sekolah Polisi Wanita TMT Juli 2023
"Usul saya adalah mengundang FIFA untuk meninjau JIS dan menetapkan mana-mana saja yang tidak sesuai dengan standar dan mana yang sudah sesuai standar. Kita ikuti saja apa kata FIFA,. Jangan ganti rumput dulu. Tunggu pendapat FIFA, apakah rumput itu sudah standar?" Ujarnya.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta itu meyakini bahwa
rumput JIS pun akan sesuai dengan standar
FIFA sejak awal pembangunannya.
"Sebenarnya pengadaan rumput itu sebelumnya sudah konsultasi ke
FIFA," ucapnya.
"Kalau rumput diganti, tapi ternyata rumput baru justru tidak sesuai standar
FIFA gimana? Malah pemborosan kan?" pungkas MTZ.
Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljo menyatakan bahwa rumput
Jakarta Internasional Stadium (JIS) tak memenuhi standar
FIFA untuk pegelaran Piala Dunia U-17 pada November mendatang. Hal itu ia sampaikan saat meninjau JIS bersama Ketua Umum
PSSI Erick Thohir dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
"Kondisi rumput sekarang menurut evaluasi ahlinya, yang juga mengevaluasi 22 stadion termasuk yang memasang rumput GBK untuk Asian Games, jelas tidak masuk dalam standar
FIFA kalau dengan kondisi sekarang," ujarnya kepada wartawan usai meninjau JIS, Selasa (4/7).
Oleh karena itu, Basuki mengatakan akan mengganti rumput tersebut sebagai solusi sementara. Dengan begitu, rumput yang digunakan di JIS akan dapat sesuai standar
FIFA.
"Kita akan ganti semua rumput tersebut, sesuai dengan ahlinya beliau. Pak Kamal sebagai ahli agronomi untuk rumput di stadion. Menurut beliau, harus diganti kalau mau 3 bulan bisa dipakai. Itu jangka pendek saja," jelasnya.
"Akses ke stadion yang ada existing sekarang hanya satu. Menurut saya, ini bahaya ya," ujarnya.
Oleh karena itu, ia mengatakan mesti ditambah akses masuk ke JIS agar tak terjadi penumpukan saat akan masuk kawasan stadion tersebut.
"Jadi akan ditambah lima akses lagi untuk baik jembatan-jembatan penyeberangan, karena kemarin pengalaman Jakmania banyak yanb parkir di Ancol dan kalau mau ke sini harus mutar," Pungkasnya.***
Sumber : jawapos.com