JournalNusantara.com - Sungguh miris dan membuat hati kita sebagai bangsa bersedih menyaksikan ketimpangan ini. Berawal dari viralnya unggahan di sosial media aplikasi twitter, video yang memperlihatkan seorang anak SD berseragam pramuka tengah meminum air putih di kantung plastik seharga Rp.5000. Akun milik Miss Tweet dengan nama akun @Heraloebss menuliskan dengan tegas bahwa "Di Papua Air Putih menjadi jajanan anak Sekolah. Perkantong plastik dijual Rp 5rb".
Video viral yang diunggah 23 jam lalu tersebut dengan durasi 28 detik, menyita perhatian warganet. Setidaknya terdapat respon 3,857 Retweets, 497 Quotes, 9,875 Likes, 202 Bookmarks, dan 438 komentar.
Baca Juga: Sejarah Kebencian Pada Anies Baswedan, Netizen: Anies Pegang Tongkat Diponegoro Sang Ratu Adil !
Beragam komentarpun menghiasi kolom komentar akun pengunggah, diataranya aun milik DONORDAY dengan nama akun @SRampoe: "Ya Allah, hasil tambang mas dan tembaga dikawasan tambang freeport dibawa kemana hasilnya...atau jangan-jangan Indonesia cuma kebagian tailing (limbah) nya aja." tulisnya dengan nada bersedih, akun @HanArchie2: "Air sekantong plastik itu setara harga sebotol besar air mineral merek terkenal di Jakarta??!
Pemerintah tidak merasa iba atau prihatin dengan kondisi rakyat di tanah Papua yang kandungan emasnya dikeruk entah untuk kepentingan siapa?." twitnya. Berikutnya komentar akun @J4ck_Pipp0: "Warga Papua membeli mahal air putih, bensin, en mi instan. Giliran emas, uranium etc d bayar murah pengusaha tambang. Jgn heran kalo d Papua sana warganya "sengaja" d buat terbelakang. Pliiss jgn tny knp, cukup tny gubernurnya mgkn tak tau kalo mereka hidup d ladang uang." tulisnya dengan nada sedikit ketus.
Masih dengan nada yang sama dikemukakan oleh akun milik Nico, @bonjurno31: "Saya pernah ke oksibil pegunungan bintang, air minum baranglangka disana, air hujan menjadi 1 1 nya sumber air minum.. 1 botol aqua kecil 25rb. Pecel ayam 90rb teh tawar 10rb. Uang 5rb dan 2rb gk dianggap." jelasnya, akun @egoism666: "Skrg paham kenapa Papua ngotot mau merdeka, mereka merasakan ketidakadilan yang nyata padahal sumberdaya alam Papua dikeruk habis-habisan." cuitnya dengan nada bersedih. Lanjut dengan akun @beni3bee: "Mungkin saatnya merubah UU otonomi daerah. Pusat tetap punya kontrol utk kontrol kualitas. Dan utk pendidikan dan jaminan kualitas hidup jgn di lepas penuh kuasanya ke pemda. Kasihan rakyat di bohongi terus." tulisnya lagi.
Baca Juga: Temui Ridwan Kamil, Menpan RB Tekankan Pentingnya Reformasi Birokrasi Tematik
Pamungkas dari komentar netizen berikut ini, akun @GJokowe: "Pernh liat konten youtuber,beri kebaikan sama emak2 pemulung,diberi satu PERMINTAAN BEBAS minta apapun,sya terkejut sang emak cuma minta sebuah pizza buat anak yg kepingin. Tdk terbayang pejabat dnegeri ini. TDAK MALU LG BUAT KORUP BUAT HIDUPI ANAK. BINI MREKA,,SUNGGUH BEJAT MREKA." sesalnya, lantas akun @AjungNuKampret: "Masa kecil saya habiskan di sorong, penduduk pribumi sangatlah ramah,pulang sekolah kalo haus tinggal minta air gratis dr penduduk sekitar, bila natal dan paskah tetangga selalu menghantarkan makanan walaupun mereka tau km muslim.doa saya utk papua." pungkasnya.***