JournalNusantara.com - Gula semut merupakan gula merah versi bubuk dan akrab disebut gula merah kristal. Dinamakan gula semut karena bentuknya mirip rumah semut yang bersarang di tanah.
Baca Juga: Pabrik AQUA Sabet Penghargaan Top CSR Award 2023
Gula semut dibuat dari nira, yang di Indonesia produksinya berasal dari nira pohon kelapa dan nira pohon aren (enau). Kedua pohon ini termasuk dalam jenis tumbuhan palmae sehingga dalam bahasa asing, secara umum gula semut disebut sebagai Palm Sugar atau Palm Zuiker.
"Indonesia merupakan salah satu produsen gula semut terkemuka di dunia. Produk yang kental dengan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat pedesaan di Indonesia ini mengalami permintaan yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Baik untuk konsumen akhir dan pasar industri, gula semut memiliki berbagai kelebihan yang semakin populer terutama di pasar internasional" Ujar Manager Koperasi Aren Manistra Cianjur Dedi Suhendi, Kamis (8/6).
"Kebutuhan gula aren nasional dan internasional saat ini sangat tinggi namun supply masih terbatas sehingga memerlukan peningkatan produksi. Pemanfaatan lahan kritis atau terlantar bisa menjadi alternatif dalam penyediaan bahan baku gula aren melalui sistem kebun aren terpadu" Ujarnya.
Baca Juga: Dirjen Kemendagri Meminta Kesbangpol Ikut Mensosialisasikan Sistem Pemilu Kepada Masyarakat
"Koperasi Aren Manistra Cianjur yang saat ini sedang fokus pembinaan petani yang ada di Cianjur dan sekitarnya merasakan dampak keterbatasan supply gula aren apalagi jumlah order yang masuk mencapai 200 sampai dengan 500 ton per bulan ditambah order untuk pasar luar negeri seperti Turki dan Gubai sementara kapasitas produksi saat ini baru 100 Ton/bulan kalau ditambah bantuan mitra bisalah 300 Ton / bln". Tambah Dedi.
"Koperasi Aren Manistra Cianjur saat ini sedang proses menjadi koperasi nasional dengan zona wilayah 3 Provinsi. Langkah ini diambil agar koperasi bisa bersaing di pasar Eksport". Pungkasnya.***