JournalNusantara.com– Penantian panjang Indonesia merebut gelar sepak bola SEA Games terjawab sudah di tahun 2023 setelah tim sepak bola Indonesia melibat Thailand 5-2 dalam Final SEA Games 2023. Kemenangan Indonesia tak lepas dari peran sang pelatih Indra Sjafri. Padahal, Indra Sjafri adalah pelatih ‘dadakan’ di SEA Games 2023, karena seharusnya Timnas Indonesia U-22 ditangani Shin Tae-yong.
Namun, karena Shin Tae-yong harus fokus menangani timnas di Piala Dunia U-20, maka tugas SEA Games 2023 diberikan kepada Indra Sjafri.Walaupun akhirnya Indonesia batal mengikuti Piala Dunia U-20, tetapi kursi kepelatihan Timnas Indonesia U-22 tetap dipegang Indra Sjafri.
Pelatih asal Padang tersebut tadinya menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI.Ia akan kembali kepada jabatan semula seusai pulang dari Kamboja.
Namun, Indra Sjafri tidak ujug-ujug menjadi Direktur Teknik PSSI karena memiliki perjalanan panjang dan sulit. Semasa karirnya menjadi pemain bola, Indra juga bukan terbilang pemain profesional.
Ia membela PSP Padang, salah satu tim amatir di Sumatera Barat, pada tahun 1981-1991.
Baca Juga: Tuntut Segera Diangkat Jadi ASN, Seratus Dosen Geruduk Istana Negara
Ia kemudian memulai karirnya sebagai pelatih mulai tahun 2011, di Timnas U-16 dan Timnas U-19.
Perjuangan pelatih asal Padang tersebut dimulai saat melatih Timnas U-19 di tahun 2012 saat persiapan menuju AFF U-19 2013.
Saat itu, kondisi pembinaan usia muda di sepak bola Indonesia bisa dikatakan mati karena tak ada kompetisi yang jelas.
Jadi, Indra Sjafri harus 'blusukan' ke 30 provinsi Indonesia, untuk mencari bakat-bakat di penjuru Tanah Air.
Baca Juga: KPK Ungkap Pentingnya Keterbukaan Informasi
Adahal, kondisi saat itu Indra Sjafri sama sekali tak digaji PSSI selama 17 bulan.Yang artinya, dirinya berkeliling Indonesia dengan mayoritas biaya pribadi. Ia mendapatkan sejumlah bakat, ada Syahrul Kurniawan di Ngawi, hingga Yabes Roni dari Alor.