JournalNusantara.com - Sekitar seratus dosen pengajar yang tergabung dalam Ikatan Dosen Tetap Non Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia (IDTNPNS-RI) gelar aksi unjuk rasa (16/5) di depan gerbang Monumen Nasional Jakarta.
Mereka menuntut Presiden Jokowi memperhatikan nasib mereka dengan mengangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Lokasi diarahkan ke depan gerbang Monas karena saat ini depan istana negara tidak bisa digunakan sebagai lokasi aksi demontrasi.
Para dosen perwakilan dari beberapa universitas yang tersebar di belahan nusantara ini mengaku bahwa anggota IDTNPNS-RI mencapai sekitar 25.000 orang yang rata-rata belum diangkat menjadi ASN.
Baca Juga: Mencari Keadilan Untuk Adiknya, Kakak Nilakanti Dompu Datangi LPSK
Tuntutan hidup yang berat, masa bhakti mengajar yang sudah puluhan tahun membuat para dosen tersebut protes kepada Presiden Jokowi agar diperhatikan dengan serius mengingat Dosen adalah salah satu tulang punggung negara dalam mencetak generasi unggula. Oleh sebab itu wajar kalau negara harus bisa menjamin kesejahteraan nya.
Dalam aksi tersebut terlihat beberapa perwakilan dosen nampak bergiliran melakukan orasi sambil menunggu perwakilan melakukan audien dengan sekretariat negara. Suasana sempat tegang ketika demonstran kecewa karena pihak Sekneg tidak menghadirkan pejabat yang berkompeten yang bisa memberikan jawaban pasti atas tuntutan mereka.
Sehubungan digelar depan gerbang Monas, aksi para dosen cukup mendapat perhatian dari pemakai jalan, televisi nasional dan para awak media.
Baca Juga: Menkominfo Ditetapkan Tersangka Korupsi BTS, Surya Paloh Kumpulkan Pengurus Nasdem
Menurut Jujun Jamaludin salah satu dosen di Perguruan Tinggi di Bandung kepada JournalNusantara.com mengungkapkan bahwa dirinya sangat mendukung aksi tersebut mengingat Kesejahteraan Dosen belum merata sementara banyak sekali dosen yang memenuhi syarat diangkat menjadi ASN seperti Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN), sertifikasi dan yang lainnya. Semoga Presiden Jokowi berkenan mengabulkan tuntutannya.
"Saya dan rekan lainnya sangat mendukung aksi tersebut mengingat Kesejahteraan Dosen belum merata sementara banyak sekali dosen yang memenuhi syarat diangkat menjadi ASN seperti Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN), sertifikasi dan yang lainnya." pungkasnya.*** (AQM)