JournalNusantara.com – Distribusi makanan merupakan suatu mata rantai yang dimulai dari penyedia bahan baku, produksi dan distribusi. Proses ini melibatkan banyak tangan dari mulai jaringan petani, nelayan, perkebunan, pabrikasi berikut tenaga kerja, armada logistic dan khusus makanan olahan dan daging atau ikan frozen beku akan melibatkan Cold Storage atau gudang pendingin.
Baca Juga: Erick Thohir: PSSI dan Polri Siapkan Konsep Baru Penyelenggaraan Liga 1
Ketua Koperasi Kyanwangi Royal Mandiri H. Asep Solehudin kepada JournalNusantara.com mengungkapkan bahwa Gudang Beku atau Cold Storage merupakan fasilitas yang dibangun Pemerintah atau swasta untuk menjaga kualitas makanan seperti daging, ayam, Ikan, makanan agar terjaga dan bertahan cukup lama.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Keluar dari Golkar, Ini Kata Ketua Harian DPD Golkar Jabar Daniel Muttaqin
“Bahkan makanan yang disimpan dalam cold storage bisa bertahan sampai 2 Tahun lebih. Salah satu penyebabnya Gudang Cold Storage bisa diatur suhu dingin nya. Untuk gudang penyimpanan, suhu diatur antara 0-20 Derajat Celcius. Sementara untuk Air Blast Freezer atau Pembekuan dari bahan murni menjadi beku, suhu diatur sampai 40 derajat celcius”. tutur pria ramah senyum tersebut.
“Kita tahu kalau daging, ikan atau ayam yang diproduki bila tidak disimpan di cold storage akan cepat rusak, berbeda dengan yang disimpan di Cold Storage. Makanya saat ini banyak produksi makanan olahan, Rumah Potong Hewan, para pedagang ikan dan daging menggunakan cold storage untuk menjaga stabilitas barang”. tambahnya lagi.
Baca Juga: Viral Kasus Pungli ASN Pangandaran, Dani Hamdani Jadi Sorotan
Selanjutnya, Asep Solehudin pun menyatakan bahwa pengelola cold storage harus memiliki disiplin dan pemahaman tata kelola gudang beku. Mengingat karyawan harus selalu keluar masuk gudang pendingin, mereka di wajibkan menngunakan Safety Standard dan tidak ceroboh.
"Selain itu control ruang panel harus dilakukan berkala untuk meminimalisir biaya listrik yang membengkak. Seperti Cold Storage yang dikelola oleh kami, bisa bayar listrik 15-20 Juta perbulan.” Pungkasnya.*** (AQM)