nasional

Bantuan 5 Ton Rendang dari Masyarakat Sumbar untuk Rakyat NTT, Bukti Tulusnya Warga RI Bantu Sesama

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:12 WIB
Foro : Mengintip viralnya momen haru saat warga Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan 5 ton rendang untuk dikirimkan ke korban bencana gempa di NTT. (Instagram.com@undercover.id)

JournalNusantara.com - Ratusan warga pada sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi korban bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu.

Sebelumnya diketahui, bencana ini menelan puluhan korban jiwa hingga mengakibatkan rusaknya infrastruktur maupun fasilitas publik di Tanah Nusa Cendana.

Pilu yang dirasakan para warga yang menjadi korban gempa di NTT ini juga turut menyelimuti masyarakat RI lainnya, sehingga bantuan kemanusiaan pun mulai dikirimkan sejak bencana itu terjadi.

Salah satu momen yang menarik perhatian sebagian warganet di media sosial, yakni saat masyarakat di Sumatera Barat (Sumbar) dikabarkan menyiapkan bantuan pangan berupa 5 ton rendang untuk para korban gempa NTT.

"Masyarakat Sumbar kirim 5 ton rendang untuk korban gempa NTT," tulis postingan Instagram @undercover.id, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Hal tersebut lalu menjadi perhatian khusus di jagat maya, bahkan seolah membuktikan kuatnya itikad gotong royong di kalangan warga RI dalam membantu sesama.

Kenang Bantuan saat Gempa 2009

Terpisah, Wali Kota Padang yang juga Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, Fadly Amran ikut dalam kegiatan memasak rendang untuk korban bencana gempa NTT itu yang digelar oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar dan Gebu Minang Sumbar.

Baca Juga: Dorong Swasembada, Wakapolri Pimpin Penanaman Perdana Bawang Putih di Cianjur

"Ini merupakan bentuk kepedulian para niniak mamak kepada anak kemenakan yang sedang menghadapi musibah," kata Fadly dikutip dalam keterangannya, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Fadly menuturkan, kepedulian terhadap sesama perlu diwujudkan melalui tindakan nyata karena musibah dapat terjadi di mana dan kapan saja.

Wali Kota Padang itu juga mengungkapkan kala Ranah Minang dilanda gempa pada 2009 silam, banyak masyarakat dari daerah lain datang untuk membantu meringankan beban mereka.

"Ketika Kota Padang mengalami gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu, banyak pihak yang datang membantu," sebut Fadly.

"Dulu kami dibantu, karena itu, saat saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah, sudah sepatutnya kini giliran kita yang hadir dan memberikan bantuan," imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini