Adapun Ketua Umum SPBUN-SGN, M. Rofi, turut menyampaikan terima kasih kepada Sufmi Dasco Ahmad, Anggia Ermarini, dan Nasim Khan atas peran mereka dalam membantu penyelesaian aspirasi pekerja.
“Aspirasi kami, Alhamdulillah difasilitasi Pak Dasco, Bu Anggia, dan Pak Nasim dari Komisi VI, Alhamdulillah segala apa yang menjadi tuntutan atau aspirasi kami diselesaikan dengan komunikasi dengan pihak manajemen, sehingga aspirasi kami bisa terpenuhi,” kata Rofi kepada awak media.
“Kami berharap hasil kesepakatan ini memberikan manfaat bagi seluruh karyawan SGN,” imbuhnya.
Setelah tercapainya titik temu, para pekerja menyatakan kesiapan meningkatkan kinerja serta mendukung program swasembada gula dan ketahanan energi nasional.
Menurutnya, penurunan kinerja yang sebelumnya terjadi disebabkan oleh rembesan gula rafinasi, penjualan tetes yang lemah karena impor bioetanol, dan kondisi cuaca di tahun 2025.
“Kami meminta kepada holding perkebunan untuk memberikan apresiasi kinerja atas kinerja 2025 kami yang notabene ini bukan karena performance, tetapi karena efek eksternal,” ungkapnya.
Data yang diungkap Rofi, ada sekitar 23 ribu karyawan PT SGN yang tidak menerima bonus dari perusahaan imbas sejumlah faktor eksternal tersebut.
Mengenai rencana aksi serikat pekerja yang dijadwalkan pada 28 Agustus 2026 di Jakarta, kata Rofi, resmi dibatalkan seiring dengan keberhasilan mediasi tersebut.
Sementara itu, DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang aspirasi dan menjembatani komunikasi agar setiap persoalan masyarakat memperoleh jalan keluar terbaik. ***