JOURNALNUSANTARA.COM, JAKARTA – Pernyataan mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang menyebut bahwa Joko Widodo berhasil menjadi presiden karena peran dirinya, menuai reaksi keras dari kalangan relawan.
Pernyataan tersebut dinilai tidak etis dan cenderung menunjukkan sikap arogan di tengah situasi politik yang dinamis.
Ketua Umum Kornas Jokowi, Havid Permana menegaskan bahwa naiknya Joko Widodo sebagai orang nomor satu di Indonesia merupakan hasil dari perpaduan antara kedaulatan rakyat dan ketetapan Tuhan Yang Maha Esa.
"Menjadi Presiden adalah kehendak Allah SWT dan mandat langsung dari rakyat Indonesia melalui proses demokrasi. Tidak ada satu individu pun yang boleh merasa lebih berkuasa atau paling berjasa atas takdir Nya" ujar Havid dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, (19/04/26)
Seruan untuk Menjaga Persatuan
Selain memberikan kritik, relawan Jokowi ini menyayangkan momentum pernyataan tersebut. Di mana Indonesia sedang menghadapi tantangan ekonomi dan politik global yang tidak menentu, pernyataan yang bersifat mengungkit jasa pribadi dianggap hanya akan memperkeruh suasana kebatinan masyarakat.
Havid mengingatkan agar para tokoh bangsa, termasuk Jusuf Kalla, untuk lebih fokus pada pesan-pesan yang menyejukkan dan mempersatukan bangsa.
"Kita saat ini sedang berada dalam masa keprihatinan global. Yang kita butuhkan adalah persatuan untuk selamat dari krisis, bukan pernyataan yang memicu polemik tidak produktif," tambahnya.
Pesan Moral dan Spiritual
Lebih lanjut havid sebagai relawan mengajak semua pihak, terutama para tokoh senior, untuk kembali pada nilai-nilai kerendahan hati. berharap agar sisa pengabdiannya diisi dengan kebajikan yang langsung menyentuh kepentingan rakyat sebagai bekal bagi kehidupan mendatang.
"Toh, pada akhirnya kita semua akan kembali kepada Sang Pencipta. Alangkah baiknya jika energi yang ada digunakan untuk memperbanyak amal saleh dan menjaga lisan agar tetap membawa kedamaian bagi rakyat Indonesia,"* tutupnya.