JournalNusantara.com - Pasca Bencana banjir dan Tanah Longsor yang terjadi di Aceh hingga kini masih menunjukan intensitas yang begitu mengkhawatirkan.
Berdasarkan informasi dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh merilis data terbaru bahwa jumlah korban meninggal bertambah menjadi 326 orang. Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengungkapkan bahwa penambahan korban meninggal berasal dari laporan terbaru daerah.
Sementara itu, jumlah orang yang sebelumnya dinyatakan hilang berangsur menurun seiring upaya pencarian yang semakin intensif.
Baca Juga: Mutiara Pagi: Cinta Seorang Ibu (Bagian 2051)
“Korban meninggal kembali bertambah berdasarkan laporan terbaru dari lapangan, sementara jumlah korban yang dinyatakan hilang semakin sedikit,” ujarnya, dikutip pada Jumat, 5 Desember 2025.
Sejak awal kejadian pada 18 November 2025, banjir dan longsor telah memberi dampak besar di 18 kabupaten/kota di Aceh.
Bencana tersebut meluas ke 227 kecamatan dan 3.433 gampong, memperlihatkan betapa luas area terdampak dan betapa besar tantangan penanganan bencana yang dihadapi.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini, 7 Desember 2025: Produk UBS dan Galeri24 Kompak Amblas
Murthalamuddin menjelaskan bahwa jumlah warga terdampak mencapai 344.018 kepala keluarga atau 1.680.886 jiwa. Dari jumlah itu, sedikitnya 297.964 kepala keluarga, setara 813.017 jiwa, terpaksa mengungsi ke 698 lokasi pengungsian yang tersebar di berbagai daerah.
“Hingga saat ini, sebanyak 1.435 warga mengalami luka ringan, 523 orang luka berat, 326 jiwa meninggal dunia, dan 167 orang masih dinyatakan hilang,” jelas Murthalamuddin.
Selain korban jiwa, bencana hidrometeorologi di Aceh juga menyebabkan kerusakan parah pada berbagai fasilitas umum.
Sebanyak 176 unit perkantoran, 64 tempat ibadah, dan 246 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan. Enam pondok pesantren juga terdampak parah. Berbagai infrastruktur publik pun tidak luput dari kehancuran.
“Terdapat 442 titik jalan rusak, 224 jembatan terdampak, serta 240 unit rumah sakit dan puskesmas mengalami kerusakan,” tambahnya. Kerusakan ini sangat menghambat distribusi bantuan dan penanganan darurat di banyak lokasi.